Ilustrasi. Penelitian terbaru melaporkan bahwa parasit yang umumnya didapat orang dari daging setengah matang mungkin terkait kanker otak langka. (iStockphoto/Vladimir Mironov)

Sebagian orang, lebih memilih daging yang dimasak setengah matang untuk mendapatkan tekstur juicy saat menikmatinya.

Namun, kini sebuah penelitian terbaru melaporkan bahwa parasit yang umumnya didapat orang dari daging setengah matang serta air yang terkontaminasi mungkin terkait dengan kanker otak langka.

Para peneliti menemukan bukti bahwa orang yang terinfeksi Toxoplasma gondii, atau T. gondii, memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan glioma yang jarang tetapi sangat fatal.

Parasit terkadang dapat membentuk kista di otak dan peradangan yang terkait dengan kista ini mungkin bertanggung jawab, menurut laporan para peneliti dalam International Journal of Cancer.

Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh ahli epidemiologi James Hodge, dari departemen ilmu populasi American Cancer Society, dan Anna Coghill, dari departemen epidemiologi kanker di H. Lee Moffit Cancer Center dan Research Institute di Florida, melihat hubungan antara antibodi untuk T. gondii dalam sampel darah dan risiko glioma pada dua kelompok orang.

Studi ini melibatkan 111 orang yang terdaftar di American Cancer Prevention Study-II Nutrition Cohort dan 646 orang yang terdaftar di Norwegian Cancer Registry.

“Dalam kedua kelompok, kami mengamati hubungan positif sugestif antara seropositif untuk antibodi T. gondii dan risiko glioma,” tulis para peneliti. Asosiasi glioma lebih kuat untuk orang yang memiliki tingkat antibodi T. gondii yang lebih tinggi.

T. gondii adalah parasit umum yang paling sering menginfeksi orang melalui makanan atau air yang terkontaminasi dari daging mentah atau setengah matang dari hewan yang terinfeksi. Menurut penelitan tersebut, 20-50 persen dari populasi global telah terpapar parasit.

Glioma merupakan mayoritas – 80 persen – dari tumor otak ganas. Glioblastoma adalah subtipe yang paling umum. Glioblastoma memiliki tingkat kelangsungan hidup relatif lima tahun hanya 5 persen.

“Temuan kami memberikan bukti prospektif pertama dari hubungan antara infeksi T. gondii dan risiko glioma, hasil yang harus dikonfirmasi dalam studi independen,” tulis para peneliti, sebagaiman dilansir CNN.

“Ini tidak berarti bahwa T. gondii pasti menyebabkan glioma dalam semua situasi. Beberapa orang dengan glioma tidak memiliki antibodi T. gondii, dan sebaliknya,” kata Hodge dalam sebuah pernyataan.

“Penemuan ini menunjukkan bahwa individu dengan eksposur yang lebih tinggi terhadap parasit T. gondii lebih mungkin untuk mengembangkan glioma,” tambah Coghill.

Coghill turut mencatat bahwa risiko mutlak didiagnosis dengan glioma tetap rendah, dan temuan ini perlu direplikasi pada kelompok individu yang lebih besar dan lebih beragam.

Jika temuan penelitian direplikasi, “mengurangi paparan patogen yang ditularkan melalui makanan ini akan menawarkan kesempatan nyata pertama untuk pencegahan tumor otak yang sangat agresif ini,” kata para peneliti.

Editor : Aron
Sumbaer : cnnindonesia