Suasana Sidang Tahunan MPR DPR DPD RI 2019, di Jakarta, Jumat (16/8/2019). (Foto: Suara Pembaruan)

Anggota Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha meminta agar staf Kedutaan Besar (Kedubes) Jerman di Jakarta yang mendatangi Markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, dipulangkan ke negara asalnya.

Menurut dia, langkah tersebut bisa diambil Kedubes Jerman sebagai bentuk permintaan maaf kepada pemerintah Indonesia.

“Sebagai bentuk permintaan maaf dari Embassy Jerman di Indonesia, Ambassador Jerman sebaiknya memulangkan diplomat tersebut ke negaranya,” kata Tamliha melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (21/12).

Menurut Tamliha, langkah staf Kedubes Jerman mendatangi Markas FPI telah melanggar etika diplomatik. Kata dia, hal tersebut tidak sesuai kaidah diplomasi internasional yang melarang perwakilan kantor kedubes sebuah negara untuk mencampuri urusan negara tempatnya berada.

“Secara etika diplomatik, personal diplomat yang datang ke Markas FPI tidak sesuai dengan kaidah-kaidah diplomasi internasional yang melarang negara lain mencampuri urusan negara lain di mana kedubes negara tersebut berada,” tutur politikus PPP itu.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Kedubes Jerman menyebut kedatangan staf ke Markas FPI di Petamburan adalah inisiatif pribadi.

“Kedubes Jerman menyampaikan bahwa keberadaan staf Kedubes Jerman di tempat tersebut dan pertemuan yang dilakukan adalah atas inisiatif pribadi tanpa mendapatkan perintah atau sepengetahuan pimpinan Kedutaan Besar Jerman,” demikian tertulis dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (20/12).

Pernyataan ini disampaikan setelah Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memanggil Kepala Perwakilan Kedutaan Jerman di Jakarta. Belakangan Kemenlu menyatakan, Kedubes Jerman di Jakarta berencana memulangkan staf diplomatiknya yang sempat mendatangi markas FPI.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Kedutaan Jerman di Jakarta saat dimintai klarifikasi oleh Kemlu.

“Kedubes Jerman menyampaikan bahwa staf diplomatik tersebut telah diminta kembali segera (ke Jerman) untuk mempertanggungjawabkan tindakannya dan memberikan klarifikasi kepada pemerintahnya,” tulis Kemlu dalam situs resmi, Senin (21/12).

Terpisah, Sekretaris Umum FPI Munarman sebelumnya mengklaim sempat didatangi perwakilan Kedubes Jerman.

“Dari kedutaan Jerman sudah datang ke sekretariat FPI,” kata Munarman kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (19/12).

Editor : Aron
Sumber : cnnindonesi