Tesla Model X Foto: Gesit Prayogi/kumparan
Satu tim peneliti keamanan siber mengaku berhasil meretas mobil Tesla Model X hanya dalam hitungan detik. Hebatnya, hacker asal Belgia ini hanya menggunakan koneksi Bluetooth dalam melakukan aksinya.
Dilansir Wired, seluruh proses peretasan hanya membutuhkan waktu selama 90 detik saja. Hingga saat ini, perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk ini belum mengkonfirmasi apa pun ihwal aksi ini.
Ketua tim, Lennert Wouters, mengaku memanfaatkan dua titik lemah dalam sistem keamanan siber Tesla. Pertama, ia menggunakan key fob hasil retasan memanfaatkan nomor identifikasi mobil yang ada di dashboard. Melalui ini, ia bisa masuk ke dalam sistem mobil Tesla Model X.
Kedua, Wouters dan timnya menggunakan sebuah alat rancangan sendiri yang dapat dibuat dengan modal hanya 300 dolar AS atau sekitar Rp 4,3 juta. Alat tersebut kemudian dapat dihubungkan ke mobil Tesla menggunakan port sederhana. Setelah terhubung, tim hacker akan berhasil memperoleh kontrol penuh atas mobil tersebut.
“Pada dasarnya, kombinasi dua kelemahan tersebut memberikan kesempatan bagi hacker untuk mencuri (mobil Tesla) Model X dalam beberapa menit saja,” ujar Wouters kepada Wired.
“Ketika Anda menggabungkannya, Anda memperoleh metode penyerangan yang sangat kuat,” lanjut Wouters.
Wouters mengungkapkan bahwa ia dan timnya telah mengirimkan peringatan kepada Tesla untuk memperbaiki sistem mobil buatannya sejak bulan Agustus lalu. Namun, Tesla terpantau belum berencana untuk merilis sebuah pembaruan atau update sistem operasinya.
Keberhasilan ini membuat sistem keamanan siber mobil Tesla kembali dipertanyakan. Dilansir Business Insider, tahun lalu, sebuah video viral menunjukkan sekelompok pencuri yang berhasil meretas dan mencuri mobil Tesla.
Pada video tersebut, pencuri menggunakan sebuah alat yang terlihat memiliki antena panjang. Belum jelas siapa dan bagaimana pencuri tersebut meretas sistem mobil canggih buatan Elon Musk tersebut.
Editor : Aron
Sumber : kumparan