Ilustrasi gizi lengkap dan seimbang. Foto: Shutterstock
Masa pandemi belum berakhir. Walau sebagian orang sudah mulai bekerja dan beraktivitas di luar, virus corona masih menyebar. Setiap harinya, jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia terus bertambah.
Karenanya, penting untuk melakukan tindakan pencegahan mulai dari menjaga jarak hingga menggunakan masker. Penting juga untuk menjaga imunitas tubuh, karena daya tahan tubuh yang kuat dapat melawan virus yang menyerang tubuh.
Asupan gizi merupakan salah satu kunci utama daya tahan tubuh. Dengan makanan yang cukup dan tepat, pasukan imun tubuh pun semakin kuat. Bagaimana pola makan yang direkomendasikan oleh profesional?
dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK (spesialis gizi klinik) berbagi dalam Positive Talks episode 8 pada Sabtu (16/5) via aplikasi Zoom. Acara dengan tema “Tetap Sehat dengan Asupan Gizi Tepat” ini merupakan persembahan Sun Life Indonesia dan kumparan.
Dalam diskusi interaktif ini, dr. Diana membagikan wawasan dan tips seputar asupan gizi selama pandemi COVID-19.

Apa hubungannya pola makan dengan imunitas?

Asupan Gizi yang Tepat di Masa Pandemi  (1)
Ilustrasi perempuan menggunakan masker Foto: Shutterstock
Menurut dr. Diana, 70 persen imunitas tubuh manusia berada di saluran cerna. Di saluran cerna seperti usus besar dan usus kecil, terdapat aneka bakteri baik dengan berbagai fungsi yang dibutuhkan tubuh.
“Jika fungsi bakteri di dalam saluran cerna itu baik, maka nanti dia bisa membuat sistem imun kita lebih baik, dan sebaliknya. Kenapa makanan sangat penting? Karena apa yang kamu makan mempengaruhi saluran cerna, dan fungsinya bekerja untuk imunitas tubuh,” papar dr. Diana.
Karena itu, terapkanlah pola makan sehat setiap hari untuk menjaga fungsi saluran cerna serta sistem imun tubuh.
dr. Diana mengungkapkan bahwa asupan nutrisi tepat adalah dengan pola makan gizi seimbang. Di antaranya, dengan melengkapi nutrisi makro dan nutrisi mikro dengan komposisi yang tepat. Nutrisi makro contohnya adalah karbohidrat, protein, dan lemak. Sementara itu nutrisi mikro bisa didapat dari vitamin dan mineral.
Saat ini, banyak masyarakat yang fokus dalam konsumsi banyak buah dan sayuran yang merupakan nutrisi mikro. Walaupun sayur dan buah baik untuk kesehatan, namun dia menyarankan untuk meningkatkan konsumsi protein di masa pandemi ini.
“Pada saat pandemi ini, harus ditingkatkan justru asupan protein. Protein bermacam-macam, ada hewani dan nabati. Atau istilahnya ‘lauk’-nya saat makan,” ujarnya.

Pola makan sesuai usia

Asupan makan yang ideal berbeda-beda bagi setiap kelompok usia. Anak-anak, usia produktif, hingga lansia memiliki kebutuhan asupan yang bervariasi.
Untuk lanjut usia, makanan harus benar-benar dijaga karena lansia merupakan kelompok yang rentan dari dampak virus corona. Terlebih banyak pula lansia yang sudah menderita penyakit seperti diabetes, asam urat, ginjal, dan lain-lain. Prinsipnya, menurut dr. Diana, adalah adjusting atau penyesuaian sesuai kondisi.
“Mereka (lansia) bisa makan seimbang tapi dengan diet yang disesuaikan dengan masing-masing penyakit. Cobalah konsul ke dokter gizi supaya kita tahu makanan yang sesuai untuk menjaga imunitas mereka,” tutur dr. Diana.
Selain itu, untuk lansia yang ompong disarankan memberi makanan dengan tekstur lunak. Sementara untuk lansia dengan nafsu makan kurang bisa ditambah dengan ONS (Oral Nutrition Support) dan suplementasi.
Asupan Gizi yang Tepat di Masa Pandemi  (3)
Ilustrasi berbagai jenis suplemen Foto: Thinkstock
Untuk usia produktif, terkadang kelompok usia ini mengabaikan pola makan sehat karena merasa badan masih sehat dan baik-baik saja. Jadilah usia produktif makan fast food atau asupan kurang bergizi lainnya. Padahal, hal tersebut bisa berbahaya dalam jangka panjang.
“Sepertiga (dari porsi makan) adalah karbohidrat, sepertiganya sayur-sayuran hijau, dan sepertiganya lagi adalah lauk pauk dan buah,” tutur dr. Diana saat merekomendasikan pola makan khususnya untuk usia produktif.
Untuk anak-anak, cobalah memperkenalkan berbagai jenis makanan agar dia bisa mendapatkan aneka nutrisi bagi tubuhnya. Memang memberi makan untuk anak memiliki tantangan tersendiri, terutama bagi anak-anak yang picky eaters atau pilih-pilih makanan.
Asupan Gizi yang Tepat di Masa Pandemi  (4)
Ilustrasi anak tidak mau makan nasi. Foto: Shutterstock
Bagi anak yang picky eaters, dr. Diana memberikan tips agar menyediakan makanan dan tempat makan dengan warna cerah, jangan memaksanya, makan tanpa diiringi gadget, serta libatkan anak dalam proses menyiapkan makanan.
Selain itu, dr. Diana juga membeberkan jenis makanan apa saja yang sebaiknya dihindari konsumsi berlebihan untuk semua kelompok umur, yakni: makanan kalengan, tinggi garam, mengandung gula sederhana, trans fat (seperti dalam fast food), serta alkohol.
Setelah memberikan tips dan wawasan kepada peserta, kini giliran sesi tanya jawab. Beberapa peserta yang online dipilih untuk mengajukan pertanyaan langsung pada dr. Diana.
Salah satunya adalah Tiara, di mana saat di rumah aja dia tergiur oleh banyak promo delivery sehingga banyak jajan dan pola makan tidak teratur. Dr. Diana menjawab bahwa jajan sekali-kali sebenarnya dibolehkan, hanya kita harus memerhatikan porsi supaya makan utama tetap lancar dan asupan gizi cukup.
Ternyata, pola makan sehat saat pandemi tidak sulit, bukan? Yuk terapkan pengetahuan dan tips dari dr. Diana agar sistem imun kita semakin kuat lewat makanan sehat di masa pandemi ini.
Editor : Parna
Sumber : kumparan