Pengunjung menggunakan masker saat berada di Changi Airport, Singapura. Foto: AFP/Roslan RAHMAN
Singapore Tourism Board (STB) tengah merancang aplikasi untuk meningkatkan keamanan para wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Singapura demi menghidupkan kembali industri pariwisata. Aplikasi bernama ‘SingapoReimagine’ ini merupakan teknologi yang menggabungkan sentuhan fisik dengan digital.
Teknologi ini dikembangkan untuk mendukung era new normal yang menjadi kehidupan baru bagi manusia sejak kemunculan pandemi COVID-19. CEO at GlobalSignIn, Veemal Gungadin, mengatakan bahwa teknologi yang tengah ia kembangkan saat ini dapat bekerja secara masif menggantikan aktivitas yang biasa dilakukan manusia. Mulai dari check-in tiket pesawat, hingga membuat itinerary di dalam platform digital smartphone.
”Jadi, pada dasarnya teknologi memfasilitasi semua kebutuhan manusia saat perjalanan. Ke depannya kita mungkin tidak lagi melakukan banyak interaksi, dan saya pikir kebiasaan tersebut akan segera berubah,” ujar Veemal Gungadim, dalam virtual conference SingapoReimagine, Kamis (26/11).
Teknologi tersebut, sebut Veemal, akan terhubung dengan bluetooth yang ada di ponsel wisatawan. Teknologi tersebut juga dapat menginformasikan keberadaan orang yang ada di sekitar pengguna. Hal ini memungkinkan pengguna teknologi tersebut tetap menerapkan physical distancing selama berada di bandara.
Vemaal juga menyebut bahwa teknologi yang ia buat akan mengurangi penggunaan benda-benda yang dapat disentuh secara berulang, seperti boarding pass yang harus disentuh oleh petugas bandara.
Singapura Tourism Board Luncurkan Aplikasi untuk Tingkatkan Keamanan Wisatawan  (2)
Fasilitas contactless di Bandara Changi, Singapura. Foto: Changi Airport
”Seperti misalnya sekarang ketika Anda terbang di Singapura, jadi tidak ada lagi kertas untuk kedatangan Anda yang dipotong. Jadi yang terjadi, itu adalah aplikasi digital yang Anda gunakan. Dan Anda menguranginya, Anda pergi ke bandara,” ujar Vemaal.
Di sisi lain, inovasi tersebut dikembangkan menyusul dibukanya kembali industri pariwisata Singapura setelah digempur pandemi COVID-19. Teknologi ini dikhususkan untuk mempermudah wisatawan di bandara Changi dalam menekan penyebaran virus corona yang disebarkan melalui interaksi fisik.
Sebelumnya, salah satu bandara tersibuk di dunia itu sudah menghadirkan inovasi untuk mengurangi kontak fisik dengan fasilitas bandara. Bandara Changi meluncurkan fasilitas contactless bagi para penumpangnya dalam rangka memutus rantai penyebaran virus corona.
Adapun fasilitas contactless yang dihadirkan di Bandara Changi nantinya sudah bisa ditemukan di tempat check-in penumpang. Di konter check-in otomatis bandara akan ada sensor proximity yang memungkinkan pengunjung tanpa menyentuh layar saat melakukan check-in.
Editor : Parna
Sumber : kumparan