Calon Walikota Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menghimbau agar masyarakat Kota Batam tetap menggunakan hak suaranya dalam Pilwako 9 Desember 2020.

Calon Walikota Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menghimbau agar masyarakat Kota Batam, Kepulauan Riau tetap menggunakan hak suaranya dalam pelaksanaan pilwako yang akan berlangsung pada 9 Desember mendatang.

Hal ini disampaikannya, melihat adanya potensi tingginya angka pemilih kategori golongan putih alias golput, pasca pelaksanaan debat Walikota dan Wakil Walikota Batam yang dilaksanakan oleh KPU Batam, di Harris Hotel, Batam Center, Rabu (25/11/2020) malam.

“Tadi saya lihat masih ada yang belum tahu pelaksanaan Pilkada 9 Desember. Saya harap masyarakat jangan apatis, jangan golput,” harap Lukita, Kamis (26/11/2020).

Adapun harapan ini disampaikannya, juga demi memilih pemimpin yang dapat membawa Batam kembali ke masa kejayaannya.

Untuk itu, Lukita juga menegaskan bahwa setiap masyarakat Kota Batam bebas dalam menentukan siapapun pilihannya, dan tetap mendukung siapapun nanti pasangan calon yang memenangkan pilkada.

“Siapapun yang menang, kita harus sama-sama mendukung. Saat ini menjelang pelaksanaan pilkada, saya juga meminta agar masyarakat tetap bersatu walaupun memiliki pilihan yang berbeda,” tegasnya.

Dalam pemilihan nanti, Lukita juga menghimbau agar masyarakat Kota Batam memang memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh masing-masing paslon.

“Karena secara garis besar, baik kami ataupun pasangan Rudi-Amsakar sama-sama memiliki visi-misi yang membangun Kota Batam. Untuk itu, masyarakat harus cerdas dalam menilai, siapa pemimpin terbaik untuk Batam ke depan,” imbuhnya.

Membahas mengenai pelaksanaan debat kemarin, Lukita juga memberikan apresiasi terhadap seluruh panelis dalam memberikan sejumlah pertanyaan yang berhubungan dengan pembangunan Kota Batam.

Tidak hanya mengenai apa yang akan dilakukan oleh masing-masing paslon dalam menjalankan perekonomian Kota Batam, namun juga memberikan pertanyaan yang membuat paslon menjelaskan secara rinci mengenai pengentasan masalah sosial yang masih terjadi di Batam.

“Salah satu yang saya apresiasi adalah bagaimana mengenai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat hinterland. Dan ini memang menjadi konsen kami, terutama pak Basyid yang memang merupakan kelahiran Kota Batam,” tutupnya.

 

Editor : Parna