Guitar Center, toko ritel gitar terbesar di AS, mengajukan pailit setelah bisnis berusia 61 tahun itu terhantam pandemi corona (covid-19) sejak Maret 2020. Ilustrasi.

Guitar Center, toko ritel alat musik terbesar di Amerika Serikat (AS) mengajukan pailit setelah babak belur mempertahankan bisnis di tengah pandemi corona (covid-19).

Perusahaan terpaksa menutup banyak toko pada Maret sejak penguncian wilayah (lockdown) di AS. Sebelumnya, perusahaan hadir di 269 lokasi yang kebanyakan di antaranya berada di mal atau pusat perbelanjaan.

Sadar dengan bisnis ritelnya terhantam pandemi, perusahaan yang berusia 61 tahun itu pun mengalihkan bisnis sebagai pengecer gitar ke pelajaran musik secara virtual.

Namun, kebangkrutan tak terelakkan. Karenanya, perusahaan mengajukan pailit dan penundaan kewajiban demi bertahan beroperasi, sementara manajemen melakukan reorganisasi.

Manajemen Guitar Center mengaku dalam proses pengajuan kebangkrutan dan pailit, perusahaan menerima investasi berupa ekuitas baru (penyertaan saham) senilai US$165 juta.

Tidak cuma itu, pemberi pinjaman juga sepakat untuk mengurangi utang perusahaan hingga US$800 juta.

Ares Management Corporation, induk usaha perusahaan, bersama investor saham baru Brigade Capital Management, termasuk dana yang dikelola oleh The Carlyle Group diyakini akan membantu Guitar Center melewati ancaman kebangkrutan.

“Ini adalah langkah penting dan positif dalam proses kami melalui kebangkrutan, mengurangi utang, dan meningkatkan kemampuan kami untuk berinvestasi kembali dalam bisnis pengecer alat musik,” ujar CEO Guitar Center Ron Japinga, dilansir CNN Business, Senin (23/11).

Perusahaan, sambung dia, akan terus menjalankan bisnis selama proses berjalan. Meskipun, manajemen pesimis dapat memanfaatkan momentum belanja hadiah di Natal dan Tahun Baru.

Jajak pendapat Gallup menyebut lebih dari seperempat orang Amerika atau sekitar 28 persen mengatakan bahwa mereka akan menghemat atau belanja lebih sedikit hadiah pada liburan tahun ini.

“Namun, kami akan terus melayani pelanggan kami dan mewujudkan misi kami untuk menghadirkan lebih banyak musik di dunia,” terang Japinga sembari berharap proses perlindungan pailit bisa rampung pada akhir tahun ini.

Editor : Aron
Sumber : cnnindonesia