Calon Walikota Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menepati janjinya memenuhi undangan warga Perumahan Anggrek Sari, Batam.

Memanfaatkan waktu akhir pekannya, calon Walikota Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menepati janjinya datang memenuhi undangan dari warga Perumahan Anggrek Sari, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (21/11/2020) di dalam pengajian bersama seluruh ibu-ibu di komplek perumahan tersebut.

Saat tiba di lokasi, Lukita sebelumnya juga sempat meminta maaf kepada tuan rumah selaku pengundang dikarenakan sebelumnya, Lukita-Basyid wajib untuk mengantarkan almarhum Jeffry Simanjuntak, Anggota Komisi III dari fraksi PKB ke peristirahatan terakhirnya.

Pernyataan Lukita kemudian mengundang simpati dari para peserta pengajian, yang kemudian turut ikut mendoakan almarhum Jeffy Simanjuntak.

Dalam kesempatan ini, Lukita mengakui adanya perhatian yang dilakukan oleh anggota pengajian tersebut merupakan salah satu hal yang membuat dia secara pribadi menjadi jatuh cinta kepada Kota Batam.

“Walau memang Batam menjadi salah satu Kota dengan keberagaman dan bisa kita sebut sebagai mini Indonesia, namun perhatian dan kepedulian warga untuk sesama nya benar-benar membuat saya terkesan,” ucapnya di hadapan seluruh peserta.

Dalam perjalanan karirnya, Lukita awalnya mengakui tidak pernah terpikir untuk terjun ke dunia politik dikarenakan latar belakangnya sebagai salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN).

Lukita Dinarsyah Tuwo disambut hangat warga Perumahan Anggrek Sari, Batam.

Lukita menuturkan bahwa sejak menjalani profesi sebagai ASN di Kementerian, dan bertugas selama 23 tahun di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan menjabat menjadi Sekretaris Menko Perekonomian, dia tidak pernah menyangka bahwa akan dipercaya oleh Menteri Perekonomian Indonesia menjabat sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sejak tahun 2017 lalu.

“Kita memang tidak tahu kemana kita akan melangkah, tapi penugasan di Batam adalah sesuatu yang luar biasa bagi saya. Dan hingga hari ini saya memang mengakui jatuh cinta dengan Batam, terutama potensi pertumbuhan perekonomiannya yang masih dapat dikembangkan lebih dari saat ini,” jelasnya.

Dalam hal ini, Lukita kembali memberikan penegasan bahwa secara pribadi dia ingin Batam kembali ke masa kejayaan nya, dan hal inilah yang membuat Lukita akhirnya memilih Abdul Basyid Has sebagai warga asli Kota Batam sebagai pasangan politiknya.

Adapun alasan Batam dapat kembali ke masa kejayaannya, tentunya sudah melalui riset yang telah dilakukannya selama puluhan tahun berprofesi sebagai ASN di jajaran Kementerian.

Saat ini, pertumbuhan perekonomian di Kota Batam sendiri, memang diakuinya masih berpatokan dengan nilai investasi, namun hal ini tentunya tidak membuat sektor lain untuk tidak dapat dikembangkan.

Lukita Dinarsyah Tuwo memenuhi janjinya datang ke rumah warga Perumahan Anggrek Sari, Batam.

Lukita juga mengakui, menerima pinangan untuk terjun ke dunia politik juga sebagai salah satu upaya guna menjadikan Batam sesuai dengan cita-cita Presiden ketiga RI, BJ Habibie yang menginginkan Batam dapat bersaing penuh dengan Singapura sebagai tetangga terdepan.

“Saya memiliki pengalaman penuh di bidang investasi dan keuangan, serta pak Basyid memiliki pengalaman penuh di bidang sosial karena beliau asli kelahiran Batam. Kami berdua sangat melengkapi,” paparnya.

Walau demikian, Lukita juga penurunan ekonomi yang dihadapi oleh Batam dominan memang dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang dihadapi seluruh dunia.

Namun demikian, salah satu faktor penting yang harusnya mendapat perhatian Pemeritah Daerah adalah masalah pengurusan dokumen investasi, yang hingga saat ini masih terkesan lamban.

“Ini yang dahulu saya lakukan saat menjabat sebagai Kepala BP Batam, sehingga saya pribadi berhasil menepati janji saya ke Menko Perekonomian mengenai pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen. Sebelum akhirnya saya mengundurkan diri,” ungkapnya.

 

Editor : Parna