Rudal milik Korea Utara saat berlangsung parade militer beberapa waktu lalu.

Komandan Pasukan Amerika Serikat-Korea (USFK), Jenderal Robert Abrams meragukan kemampuan senjata milik Korea Utara. Dia menduga, rudal berbahan bakar padat yang dipamerkan dalam parade militer Korut pada Oktober lalu hanya-lah barang lama yang dimodifikasi agar terlihat berbeda.

“Ada sedikit keraguan tentang kemampuan mereka. Dengan kata lain, kami melihat beberapa kendaraan yang tampak baru. Tapi, karena kita tidak dapat melihat lebih dekat dan memeriksanya, Anda tidak tahu, apakah itu asli, atau mungkin telah dimodifikasi secara visual agar terlihat berbeda,” terang Abrams, melansir kantor berita Yonhap, Jumat (20/11).

Pernyataan itu disampaikan Abrams dalam wawancara media yang diadakan di Seoul, Korea Selatan, untuk menandai tahun keduanya menjabat. Dia juga mengatakan bahwa dirinya tidak khawatir tentang senjata konvensional Korut apa pun yang diresmikan pada peringatan 10 Oktober berdirinya Partai Buruh yang berkuasa di Pyongyang.

Sebagaimana diketahui, selama parade tersebut, Korut memamerkan rudal balistik antarbenua (ICBM) baru beserta senjata lainnya. Dalam acara itu, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bersumpah untuk terus memperkuat ‘pencegah perang’ pertahanan diri negaranya.

“Orang bilang mereka menampilkan tangki baru. Saya tidak tahu apakah itu tangki baru, atau tangki lama yang telah dimodifikasi secara visual agar terlihat seperti tangki baru. Ngomong-ngomong, [selalu] ada cara untuk melakukan itu, tanpa [harus] memiliki kemampuan tambahan,” lanjut Abrams.

Meski demikian, Abrams mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Korut kerap memamerkan rudal setelah mengujinya.

“Mereka mengujinya dan mereka meluncurkannya dalam parade. Kami telah melihat ini dengan peningkatan jangkauan dan peningkatan presisi, bahkan bahan bakar padat. Dan itu cocok dengan yang kami lihat secara visual saat parade,” tutur Abrams.

Menanggapi kemungkinan Korut yang akan meluncurkan rudal jarak jauh saat pergantian Presiden AS, Abrams mengaku belum ada tanda-tanda uji coba akan segera berlangsung.

“Yang bisa saya katakan adalah kami tidak melihat satu pun dalam waktu dekat. Kami harus menunggu beberapa informasi lagi sebelum kami dapat memberikan penilaian yang tepat,” kata Abrams.

 

 

Editor : Parna

Sumber : cnnindonesia