Ilustrasi Covid -19

Pandemi virus corona di seluruh dunia belum menunjukkan tanda-tanda melandai. Kasus infeksinya pun sudah mencapai lebih dari 55,1 juta orang, dengan 1,3 juta di antaranya meninggal.

Penularan pun terjadi pada siapa saja, tak mengenal status sosial, jenis kelamin dan umur. Bahkan staf organisasi kesehatan dunia, WHO tak luput dari infeksi.

Sementara itu, program vaksin corona di berbagai penjuru dunia masih terus dilakukan, seperti program percontohan vaksinasi Pfizer yang akan dimulai di empat negara bagian Amerika Serikat (AS).

Berikut kumparan merangkum sejumlah kabar terkait corona dari berbagai penjuru dunia sepanjang Selasa (17/11) kemarin:

65 Staf WHO Positif Corona

Sebanyak 65 staf WHO di kantor pusat Jenewa, Swiss, tertular virus corona. Jumlah ini merupakan akumulasi sejak awal mula munculnya corona.

Kepala Teknis WHO yang menangani COVID-19, Maria Van Kerkhove, mengatakan, mayoritas staf mengalami gejala corona ringan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga sempat menjalani isolasi mandiri pada awal November setelah berkontak dengan seseorang yang dinyatakan positif corona. Namun Tedros kini sudah dinyatakan sehat setelah hasil tes menunjukkan negatif COVID-19.

Keunggulan Vaksin Moderna

Vaksin yang dikembangkan perusahaan AS, Moderna Inc, diklaim efektif 94,5 persen mencegah corona. Vaksin ini juga disebut bisa disimpan di suhu kulkas normal, sehingga lebih mudah didistribusikan.

Vaksin Moderna bisa disimpan pada pendingin bersuhu 2 sampai 8 derajat Celsius selama 30 hari. Vaksin ini bahkan bisa disimpan selama 6 bulan dalam suhu minus 20 derajat Celsius. Keunggulan Vaksin Moderna ini jauh lebih baik daripada Vaksin Pfizer.

Vaksin Pfizer harus disimpan dalam suhu minus 70 derajat Celsius, seperti rata-rata suhu di Antartika.

Pfizer Mulai Program Percontohan Vaksinasi di 4 Negara Bagian AS

Meski vaksin yang dikembangkan kurang unggul dari Moderna, namun Pfizer Inc mulai lebih dulu menjalankan program percontohan vaksinasi COVID-19 di empat negara bagian AS.

Produsen obat AS ini telah memilih Rhode Island, Texas, New Mexico, dan Tennessee untuk program tersebut. Hal ini berdasarkan perbedaan wilayah, keragaman populasi dan infrastruktur imunisasi.

Efektivitas Vaksin Pfizer sebenarnya juga tak kalah dari Moderna, karena sama-sama efektif lebih dari 90 persen mencegah corona.

Ribuan Warga Inggris Alami Gejala COVID-19 Berkelanjutan

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengungkap ada ribuan warganya yang mengalami gejala COVID-19 lanjutan, seperti penurunan kebugaran hingga masalah neurologis meski sudah dinyatakan sembuh.

Bahkan, pada kasus orang muda mengalami kelelahan, sesak napas, dan nyeri otot. Atas kondisi ini, pemerintah Inggris segera bekerja sama dengan 40 pihak dalam menghadapi pandemi corona yang berkepanjangan ini.

Inggris saat ini sedang menghadapi gelombang kedua penularan corona. Akibatnya, pemerintah kembali memberlakukan lockdown mulai 4 November sampai 1 Desember mendatang.

Kekhawatiran Lonjakan Corona di Jerman

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kasus corona di negaranya masih sangat serius meski infeksi tidak meningkat.

Atas kondisi ini, Markel khawatir penyebaran corona melonjak dan menjadi tidak terkendali di beberapa wilayah, termasuk Ibu Kota Berlin. Merkel pun mengajukan pembatasan yang lebih ketat demi mengantisipasi lonjakan corona.

Jerman memberlakukan lockdown parsial selama sebulan pada 2 November untuk mengendalikan gelombang kedua virus yang melanda sebagian besar Eropa. Otoritas setempat menutup bar dan restoran, namun sekolah dan toko tetap buka.

Australia Selatan Gelar Tes Corona Massal untuk Hadapi Lonjakan

Otoritas Kesehatan Australia Selatan melakukan tes massal virus corona terhadap sekitar 4.000 orang. Hal ini dilakukan untuk menahan lonjakan corona.

Australia Selatan memberlakukan kembali pembatasan sosial pada Senin (16/11) setelah mendeteksi 21 kasus corona yang sebagian besar berasal dari penularan lokal. Kasus tersebut adalah penularan lokal pertama corona di Australia dalam sembilan hari.

Menteri Utama Australia Selatan, Steven Marshall, mengatakan pengujian telah mengidentifikasi 5 kasus baru dalam 24 jam terakhir, sementara 14 orang diduga terinfeksi dan sedang menunggu hasil tes.

Editor : Aron
Sumber : kumparan