Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock
Vaksinasi corona dimulai Desember 2020. Ditargetkan akan ada 107 juta orang berusia 18-59 tahun yang akan disuntik.
Rapat ini juga dihadiri oleh Menkes Terawan dan Kepala BPOM Penny Lukito yang hadir secara fisik di gedung DPR.
Berikut detail roadmap yang disampaikan Budi:
A. Gratis
1. Sasaran
Tenaga Kesehatan: 1.251.734 orang
Pelayan publik (TNI/Polri, Damkar, Petugas Bandara, Pelabuhan, dll: 4,422,331 orang
Peserta BPJS PBI: 26.484.172 orang
Total yang dapat gratis: 32.158.276 orang
2. Vaksin yang digunakan
CoronaVac dari Sinovac: 58 juta dosis
COVAX: 16 juta dosis
B. Mandiri
1. Sasaran:
Pelaku ekonomi lain: 75.048.268 orang
2. Vaksin yang digunakan
Sinovac: 85 juta dosis
Novavax: 30 juta dosis
Merah Putih: 57,6 juta dosis
Budi menjelaskan, vaksinasi corona untuk 107 juta orang ditargetkan selesai 2021. Untuk vaksin lain seperti Pfizer dan AstraZeneca masih ada kemungkinan dipakai.
“Karena kami diminta selesaikan 2021, juga sudah lakukan diskusi dengan vaksin lain. Kalau misalnya vaksin Merah Putih tidak berhasil selesai di tahun depan,” tutur Budi.
“Tapi karena vaksin ini tidak digunakan sekali seumur hidup, jadi vaksin Merah Putih untuk jangka panjang,” imbuhnya.
Vaksinasi Corona Mulai Desember, Ini Jadwal dan Paket yang Dipakai di RI (2)
Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin di Kementerian BUMN. Foto: Dok. Kementerian BUMN

Vaksin Sinovac Jadi Prioritas

Budi menjelaskan vaksin CoronaVac besutan Sinovac menjadi prioritas. Jumlah yang digunakan juga paling banyak.
“Kami juga sudah sediakan jadwalnya untuk masing-masing jenis vaksin. Memang beberapa kandidat vaksin yang masih difinalisasi uji klinis tahap 3 kami taruh di-schedule yang konservatif. Sedangkan untuk Sinovac karena ujinya di Indonesia, kita taruh lebih dini sesuai dengan jumlah yang tadi disampaikan Menkes,” urainya.
“Semua kandidat vaksin ini, baik dari jenis, jumlah, dan harga akan diputuskan Kemenkes. Baik program pemerintah atau mandiri. Tugas kami beri alternatif secara transparan untuk memutuskan karena beliau (Menkes) yang akan putuskan jumlah, jenis, dan harga,” tutup Budi Sadikin yang juga Wamen BUMN ini.
Editor : Parna
Sumber : kumparan