Artis Gisella Anastasia saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, untuk melaporkan kasus video porno diduga mirip dirinya, Jumat (25/10/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Penyanyi Gisella Anastasia alias Gisel menyambangi di Polda Metro Jaya, Selasa (17/11). Kedatangannya adalah untuk memenuhi panggilan polisi terkait kasus video syur mirip dirinya.
Gisel tiba pukul 10.30 WIB didampingi Sandy Arifin, kuasa hukumnya. Ia tampak mengenakan kemeja berwarna putih dan masker wajah.
Tiba di Polda untuk Penuhi Panggilan soal Video Syur, Gisel Irit Bicara (1)
Gisel Anastasia tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, (17/11). Foto: Ronny
Sesampainya di depan gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Gisel langsung disambut para wartawan. Namun, ia irit bicara.
“Baik. Thank you. Permisi,” kata Gisel sambil terus berjalan.
Ia kemudian melangkah cepat-cepat kala memasuki gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Sandy Arifin juga tampak belum bisa memberikan keterangan.
Di samping itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus juga belum bisa berkomentar banyak soal kedatangan Gisel. “Iya (Gisel datang), tapi saya belum tahu, sih. Saya belum sampai Polda. Nanti, ya,” ucapnya kepada kumparan.
Tiba di Polda untuk Penuhi Panggilan soal Video Syur, Gisel Irit Bicara (2)
Artis Gisella Anastasia saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, untuk melaporkan kasus video porno diduga mirip dirinya, Jumat (25/10/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Mengilas balik, Gisel sejak beberapa waktu belakangan menjadi bahan perbincangan yang seolah tak ada habis-habisnya. Ia disorot karena beredar video syur yang memperlihatkan sosok perempuan mirip dirinya.
Berangkat dari beredarnya video syur mirip Gisel yang mendadak viral itu, Polda Metro Jaya menerima dua laporan, yakni dari pengacara Febriyanto Dunggioi dan Pitra Romadoni Nasution. Polisi lantas melakukan tindak lanjut. Kini, perkara tersebut telah naik ke tahap penyidikan.
Polda Metro Jaya sudah berhasil menangkap dua pelaku yang menyebarkan secara masif video syur mirip Gisel. Telah terungkap pula motif mereka melakukan itu.
Editor : Parna
Sumber : kumparan