Atanasius Dula, S.A.P

“Upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul tak boleh surut dan berhenti meski dilanda pandemi Covid-19. Kondisi pandemi dengan segala dampak di setiap sendi kehidupan ini, justru menyadarkan semua pihak betapa penting SDM tangguh yang mampu bergerak dengan cara-cara luar biasa dan beradaptasi menghadapi kesulitan sehingga unggul dalam persaingan”, demikian pesan penting Presiden Joko Widodo secara virtual, saat meluncurkan program Merdeka Belajar Episode 6 yang mengangkat tema “Transformasi Dana Pemerintah untuk Pendidikan Tinggi”.

……………………………..

 

Pada sisa waktu menuju Pilkada Kepri, penulis mencoba mengupas misi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepri nomor urut 1, yang menempatkan prioritas misi “meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkompetensi tinggi dan berakhlak mulia, dengan mengembangkan sistem kesehatan, sistem pendidikan, menumbuhkan kewirausahaan secara mendiri bahkan memperkuat kesetaraan gender serta perlindungan terhadap ibu dan anak dengan mengikutsertakan seluruh masyarakat Kepri yang heterogen serta yang berada di wilayah terluar NKRI”, sebuah rumusan misi yang sinergis dengan komitmen Pemerintah Pusat yang terus mendorong upaya maksimal berbagai pihak, guna meningkatkan sumberdaya manusia dalam menghadapi tantangan jaman.

 

Soerya-Iman: Membingkai SDM Kepri yang berkualitas Dan Berakhlak Mulia
Urgensi pembangunan  Sumber Daya Manusia menjadi faktor kunci  dalam memenangkan persaingan global, yang membawa konsekuensi semakin ketatnya persaingan di tengah ketidakpastian, sudah selayaknya mendapatkan dukung  penuh  dari seluruh  pemangku kepentingan.

Penguatan Sumber Daya Manusia menuju manusia unggul memiliki korelasi yang erat dengan peningkatan produktivitas kerja, dalam memenangkan persaingan ditengah perubahan-perubahan yang berlangsung cepat dalam dunia bisnis, ekonomi politik dan budaya.

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Propinsi Kepri nomor urut 1 menyadari bahwa  pembangunan manusia menjadi satu keniscayaan  bagi suatu daerah, karena sejatinya pembangunan tidak hanya dilihat dari capaian fisik saja, tetapi juga dari keberhasilan membangun Sumber Daya Manusianya. Hal ini sejalan dengan kriteria yang dikembangkan United Nations Development Programme (UNDP), di mana pembangunan sebuah daerah atau Negara, tidak hanya difokuskan dari pertumbuhan ekonomi saja, tapi juga harus dilandasi dari kemampuan dalam membangun Sumber Daya Manusianya, sebagaimana juga ditegaskan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), bahwa manusia dan segenap kemampuannya harus menjadi kriteria utama untuk menilai keberhasilan pembangunan sebuah daerah maupun negara.

Sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Propinsi Kepri, Soerya – Iman mengemas misi Pembangunan sumber daya Manusia Kepri dengan peta jalan yang jelas dan terukur,  guna menjawab tantangan pembangunan, dan memastikan konstribusinya terhadap pencapaian daerah yang memiliki kualitas Sumber daya manusia yang berkompetensi tinggi dan berakhlak mulia.

Bagi Soerya – Iman, kemampuan profesional dan kematangan kepribadian manusia haruslah diberdayakan secara baik dan benar. Profesionalisme turut membentuk sikap dan perilaku serta kepribadian yang tangguh, sementara kepribadian yang tangguh, merupakan prasyarat dalam membentuk profesionalisme. Melalui SDM yang unggul, tangguh dan berkualitas, baik secara fisik dan mental, akan berdampak positif tidak hanya terhadap peningkatan daya saing dan kemandirian sebuah daerah, namun juga dalam mendukung pembangunan nasional.

 

Memenuhi Hak-Hak Dasar Masyarakat terutama Pendidikan dan Kesehatan
Sebagai pasangan calon pemimpin di Propinsi Kepri, Soerya-Iman mengkontestualkan beberapa aspek pembangunan yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas SDM Kepri antara lain; pertama, adalah melalui sistem pendidikan yang baik dan bermutu. Untuk mencapai pendidikan yang baik dan bermutu, maka diperlukan penataan terhadap sistem pendidikan secara menyeluruh, terutama berkaitan dengan kualitas pendidikan, serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Perbaikan sistem pendidikan, utamanya revitalisasi sistem pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi, seyogyanya terus menjadi pengarusutamaan, penataan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi keahlian agar terus ditingkatkan. Untuk itu dibutuhkan  kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah dan industri, mulai dari perancangan program dan desain kurikulum, standar pelatihan hingga penyelenggaran pelatihan kerja, sehingga kebijakan link and match dapat benar-benar berjalan.

Guna mencapai misi di atas, Paslon Gubernur dan wakil Gubernur nomor urut 1 ini memberikan stimulus berupa pendidikan gratis, dimana seluruh biaya pendidikan SMU/SMK/SLB/sederajat akan digratiskan, mulai  (program PUAS).

Program ini bertujuan untuk mendorong wajib belajar 16 tahun di Provinsi Kepulauan Riau, sehingga anak-anak daerah yang lulus SMU/sederajat dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

Program akan direalisasikan melalui bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang tidak mampu, serta beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, hingga tuntas menyelesaikan pendidikan. Selain itu, program ini juga akan diarahkan melalui kerjasama dengan Perguruan Tinggi terkemuka yang ada di Indonesia, baik melalui beasiswa kerjasama bagi anak-anak daerah maupun dalam upaya menambah perguruan Tinggi Negeri di Provinsi Kepulauan Riau.

Program peningkatan kualitas tenaga pendidik dan peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan juga merupakan satu kesatuan konsep misi Soerya-Iman. Program ini akan diarahkan, selain meningkatkan kualitas guru melalui pendidikan dan pelatihan, juga dalam memberdayakan tenaga pendidik yang ada di Kepulauan Riau yang masih berstatus honorer untuk diangkat menjadi ASN (PNS/PPPK) sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan pemberdayaan tenaga pendidik tersebut, maka pendistribusian tenaga pendidik akan lebih mudah untuk diarahkan dalam mengisi kekurangan tenaga pendidik di wilayah- wilayah hinterland yang ada di Provinsi Kepulauan Riau. Begitu juga dengan peningkatan sarana prasarana pendidikan, akan lebih dioptimalkan khususnya pada wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan sarana prasarana pendidikan.

Selain pendidikan formal, program pendidikan karakter juga menjadi prioritas misi Soerya-Iman. Program pendidikan karakter ini akan diarahkan dalam mempersiapkan anak-anak daerah yang selain unggul dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, juga unggul dibidang keagamaan dan kemuliaan akhlak.

Program ini akan diimplementasikan melalui bantuan pendidikan bagi anak-anak daerah yang mengikuti pendidikan pesantren maupun pada pusat-pusat pendidikan keagamaan lainnya yang dimiliki oleh umat beragama lain. Di sini, Soerya-Iman sebagai calon pemimpin Kepri, memiliki tanggung jawab moral untuk membangun sinergitas lintas instansi dengan penguatan peran agama dalam kehidupan sosial bermasyarakat, dalam rangka memperkokoh jati diri dan kepribadian (character building), serta menanamkan nilai-nilai keagamaan masing-masing yang mampu menguatkan etika moral serta perilaku manusia, yang akan mengayakan khasanah peradaban manusia.

Soerya-Iman yakin bahwa etika moral yang diajarkan oleh setiap lembaga keagamaan dapat membentuk karakter manusia seutuhnya. Dengan demikian nilai-nilai moral tersebut harus tetap dipelihara dan diteruskan untuk menguatkan khasanah kebaikan dalam kehidupan, sehingga sumber daya manusia Kepri, bukan saja berkualitas dan berintelektual, tetapi juga berakhlak mulia.

Kedua, Konkretisasi program pembangunan  Sumber Daya Manusia juga harus dimulai dari pembenahan sektor Pelayanan Kesehatan.

Pada sektor kesehatan ini, Soerya-Iman memiliki solusi konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yakni peningkatan alokasi anggaran jaminan kesehatan masyarakat, sehingga tidak ada lagi masyarakat Kepri khususnya masyarakat tidak mampu yang tidak dapat mengakses pelayanan kesehatan karena tidak memiliki BPJS ataupun tidak mampu membayar iuran BPJS. Begitu juga dengan biaya kesehatan seperti obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, hal ini sering menjadi masalah bagi masyarakat khususnya masyarakat tidak mampu, sehingga kedepannya hal-hal tersebut akan menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah.

Selain regulasi pembiayaan, Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan baik di Rumah Sakit maupun Puskesmas baik dalam hal peningkatan kualitas sarana prasarana, ketersediaan obat-obatan yang memadai maupun ketersediaan tenaga medis yang kompeten dan merata di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau, juga menjadi prioritas untuk memperkuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Disamping itu, juga akan dibangun rumah sakit unggulan dengan fasilitas lengkap disetiap.

Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau, menyediakan Puskesmas Apung diwilayah hinterland sehingga dapat menjangkau masyarakat di pulau – pulau kecil, serta menyediakan rumah singgah di daerah-daerah rumah sakit rujukan sehingga memudahkan keluarga pasien yang dirawat dirumah sakit rujukan tanpa harus memikirkan biaya penginapan.

Regulasi dan infrastruktur yang baik harus pula dilanjutkan dengan optimalisasi dan pemberdayaan peran posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Berdasarkan data yang ada, jumlah posyandu yang ada di Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 1.437 posyandu, namun yang aktif hanya 861 posyandu atau hanya 59,92%. Jika mendapatkan amanat masyarakat, Soerya-Iman berkomitmen akan mensinergikan program optimalisasi posyandu dengan pemerintah Kabupaten/Kota melalui bantuan operasional dari pemerintah Provinsi setiap bulannya, sehingga keberadaan posyandu benar-benar hadir ditengah masyarakat sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan.

 

Catatan akhir
Mengakhiri tulisan ini, penulis ingin mengajak masyarakat Kepri yang akan memilih pemimpin yang menahkodai Kepri lima tahun ke depan, untuk menggunakan rasionalitas dalam memilih seorang calon pemimpin. Pemimpin yang baik dan mengayomi adalah mereka yang secara konkrit menjabarkan program-program pro rakyat yang langsung dirasakan oleh seluruh masyarakat Kepri.

Pasangan calon Gubernur dan calon wakil Gubernur nomor urut 1, Soerya-Iman, sangat memahami bahwa ketika amanat rakyat dalam pesta demokrasi diberikan kepada mereka, maka selaku pemerintah, mereka memegang peranan penting dalam menyiapkan program-program strategis guna menghasilkan SDM berkualitas dan berakhlak mulia.

Pilihan strategi pembangunan dengan fokus utama pembangunan sumber daya manusia sangat tepat untuk menjawab tantangan global, yang menuntut sumber daya manusia Kepri yang terampil dan unggul dan sehat agar memiliki daya saing yang tinggi sehingga memiliki konstribusi dalam pembangunan daerah.

Kebijakan dan langkah strategis serta program kerja komperehensif yang ditawarkan sangat konkret dan terukur. Sinergi kebijakan antar pemangku kepentingan pada sektor terkait dan lintas sektor juga mutlak diperlukan guna menyatukan sumber daya dan potensi yang ada bagi percepatan pembangunan SDM Kepri yang berkualitas dan berakhlak mulia. Dengan demikian “Membangun manusia Indonesia adalah investasi kita untuk menghadapi masa depan dan melapangkan jalan menuju Indonesia maju”, yang menjadi harapan Presiden Jokowi, dapat terwujud, dan itu dimulai dari Kepri, dibawah kepemimpinan Soerya-Iman.***

 

Oleh: Atanasius Dula, S.A.P
Pengamat Sosial – Tinggal di Kota Batam