Franco Morbidelli tidak senang dapat motor lama. (Mohd RASFAN / AFP)

Pembalap Petronas Franco Morbidelli mengaku pernah mengamuk kepada Yamaha. Hal itu ia ungkapkan setelah menang MotoGP Valencia 2020 di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (15/11).

Mengamuknya Morbidelli kepada tim berlambang garpu tala itu lantaran Yamaha tidak memberikan motor M1 seri terbaru untuk musim ini.

Meski menggunakan motor seri lama, namun pembalap asal Italia itu tidak patah semangat. Di MotoGP 2020, Morbidelli sukses memenangi tiga balapan, termasuk MotoGP Valencia.

“Saya tidak menyembunyikan fakta, di awal tahun saya marah dengan pilihan Yamaha yang memberi saya motor tahun sebelumnya. Tapi kami berhasil menyalurkan amarah ke arah yang benar,” ujar Morbidelli dikutip dari  Tuttomotoriweb.

“Saya banyak bekerja di rumah, kemudian saat tes, dan kami membuat motor ini tidak buruk sama sekali di banyak trek. Kuncinya adalah pekerjaan, dengan pengetahuan Forcada yang luar biasa,” ucap Morbidelli menambahkan.

Kini, Morbidelli jadi pembalap yang menggunakan motor Yamaha dengan peringkat tertinggi di klasemen MotoGP 2020.

Mantan anak didik Valentino Rossi di VR46 itu menempati peringkat kedua dengan koleksi 142 poin tertinggal 29 poin di bawah juara baru Joan Mir.

Sementara, tiga pembalap Yamaha lain dengan motor M1 keluaran 2020 memiliki peringkat di bawah Morbidelli. Maverick Vinales di peringkat keempat (127), Fabio Quartararo di posisi kelima (125), sedangkan Rossi di posisi ke 15 (62 poin).

Capaian tersebut diraih Morbidelli usai memenangi 3 balapan: MotoGP San Marino, Teruel, dan Valencia, serta podium kedua di MotoGP Ceko.

“Tiga kemenangan indah di MotoGP. Saya tidak terbiasa dengan balapan itu, dan menyenangkan mengalami emosi ini,” tutur Morbidelli.

Editor : Aron
Sumber : cnnindonesia