Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa sikap optimis menjadi salah satu kunci hidup lebih lama. Studi yang diterbitkan awal pekan ini menemukan pria dan wanita dengan tingkat optimisme tinggi memiliki rentang hidup 11-15 persen lebih lama dari pada mereka yang kurang berpikir positif. Orang yang memiliki skor keoptimisan tinggi juga punya peluang untuk hidup hingga usia 85 tahun atau lebih. Lihat juga: Gejala Narsistik, Kata Psikolog soal Perilaku Donald Trump Studi ini menemukan hasil tersebut, bahkan dengan mempertimbangkan status sosial ekonomi, kondisi kesehatan, depresi, merokok, keterlibatan sosial, pola makan yang buruk dan penggunaan alkohol. "Ini adalah studi pertama yang melihat dampak optimisme pada umur panjang yang luar biasa, yang didefinisikan dapat hidup hingga usia 85 atau lebih," kata Lewina Lee, penulis utama yang juga asisten profesor psikiatri di Fakultas Kedokteran Boston University, dilansir CNN. Studi ini dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Optimisme tidak berarti mengabaikan pemicu stres kehidupan. Namun, ketika hal-hal negatif terjadi, orang-orang yang optimis cenderung tidak menyalahkan diri mereka sendiri dan melihat hambatan tersebut sebagai hal yang sementara atau bahkan positif. Mereka juga percaya bahwa mereka memiliki kendali atas nasib mereka dan dapat menciptakan peluang untuk hal-hal baik terjadi di masa depan. Studi tersebut juga menemukan bahwa wanita dengan tingkat optimisme tertinggi memiliki 1,5 lebih besar peluang untuk hidup hingga usia 85 tahun atau lebih, dibandingkan dengan mereka yang memiliki tingkat optimisme terendah. Lihat juga: Bergerak Bisa Buat Mental Jadi Lebih Sehat saat WFH Sementara, pria yang sangat optimis memiliki peluang 1,7 lebih besar untuk hidup pada usia tersebut ketimbang dengan yang pesimis. "Individu yang optimis cenderung memiliki tujuan dan kepercayaan diri untuk mencapainya," kata Lee. Dia lanjut mengatakan, "Tujuan tersebut juga dapat mencakup kebiasaan sehat yang berkontribusi pada umur yang lebih panjang." Penelitian sebelumnya telah menemukan hubungan langsung antara optimisme dan pola makan yang lebih sehat dan kebiasaan olahraga, serta kesehatan jantung yang lebih baik, sistem kekebalan yang lebih kuat, fungsi paru-paru yang lebih baik, dan risiko kematian yang lebih rendah. "Optimisme adalah salah satu dimensi psikologis penting yang muncul karena menunjukkan beberapa asosiasi yang sangat menarik dengan kesehatan," kata ahli saraf Richard Davidson, profesor psikiatri di Wisconsin-Madison University dan pendiri dan direktur Center for Healthy Minds. "Dan saya akan menambahkan hal positif lainnya, seperti perhatian, kasih sayang, kebaikan, dan memiliki tujuan hidup yang kuat," tambah Davidson. Lihat juga: Tips Agar Tetap Kreatif di Tengah Pandemi (agn) Saksikan Video di Bawah Ini: VIDEO: Renovasi Benteng Shali Demi Perbaikan Ekowisata Mesir Bagikan : 0 KOMENTAR ANDA MUNGKIN SUKA Why Chiropractors in Indonesia Are Loving This $25 Knee Sleeve? Health Benefits Penguat Wifi Baru Mengakhiri Internet Mahal di Indonesia WiFi Booster Used Car Prices in Lubuk Baja Might Surprise You Used Car Prices | Search Ads Indonesia: Work-from-home Jobs In The US May Pay You More Than You Think Online Job Offers US Visa from Indonesia Might Be Easy to Get US Visa | Search Senior Living Apartments is Better Than You Ever Thought Senior Living | Search Ads Tautan Sponsor oleh Taboola TOPIK TERKAIT ARTIKEL TERKAIT 5 Makanan Penyebab Asam Lambung: Gorengan sampai Kopi Mengenal Vitamin U: Manfaat dan Kegunaan Studi: Kebiasaan Calon Ibu Makan 'Junk Food' Pengaruhi Anak 5 Jenis Madu Terbaik untuk Imunitas Tubuh Manfaat Buah Mangga, Tingkatkan Imun hingga Kaya Antioksidan BACA JUGA Rahasia Badan Mungil Bugar ala Aida Nurmala Flu Babi Merebak di India, Larangan Berkumpul Diterapkan LIHAT SEMUATIPS TANAMAN HIAS VIDEO: Kreasi Tanaman Hias Kokedama Ala Jepang TV VIDEO: Dalam Seminggu, 150 Tanaman Aglonema Digondol Maling TV Serupa Tapi Tak Sama: Beda Aquascape dan Terrarium Gaya Hidup SAAT INI Demokrat soal Ganjar Bantu Bobby: Tak Dikenal Orang Medan 1 menit yang lalu Demokrat menilai bantuan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membantu Bobby di pilkada tak berpengaruh karena tak dikenal orang Medan. BERITA UTAMA Trump Pertama Kali Akui Biden Menang, Tetap Klaim Curang 1 jam yang lalu Ekonomi Tumbuh 5 Persen, Jepang Keluar dari Jerat Resesi 1 jam yang lalu Joan Mir, Mesias Suzuki yang Masa Bodoh 2 jam yang lalu REKOMENDASI TERBARU Rupiah Menguat ke Rp14.125 per dolar AS Ikuti Mata Uang Asia Ekonomi • 4 menit yang lalu Efek Dipukul Tyson: Mata Berair, Hidung Berdarah Olahraga • 4 menit yang lalu Harga Emas Antam Hari Ini 16 November, Mandek di Rp985 Ribu Ekonomi • 12 menit yang lalu Man from the Star dan Drama Korea yang Dibintangi Jun Ji Hyun Hiburan • 14 menit yang lalu Harta Bos Zoom Ciut Rp58,8 T Gara-gara Progres Vaksin Corona Ekonomi • 23 menit yang lalu LAINNYA DI DETIKNETWORK TERPOPULER 7 Olahraga yang Membakar Banyak Kalori Gaya Hidup • 3 jam yang lalu 7 Manfaat Tak Terduga Kulit Pisang yang Sering Dibuang Gaya Hidup 32 menit yang lalu Jangan Disepelekan, Sariawan 1 Bulan Jadi Tanda Kanker Mulut Gaya Hidup 1 jam yang lalu Studi: Orang Berjiwa Optimistis Bisa Hidup Lebih Lama Gaya Hidup 2 jam yang lalu

Sebuah study terbaru menunjukkan bahwa sikap optimis menjadi salah satu kunci hidup lebih lama.

Studi yang diterbitkan awal pekan ini menemukan pria dan wanita dengan tingkat optimisme tinggi memiliki rentang hidup 11-15 persen lebih lama dari pada mereka yang kurang berpikir positif.

Orang yang memiliki skor keoptimisan tinggi juga punya peluang untuk hidup hingga usia 85 tahun atau lebih.

Studi ini menemukan hasil tersebut, bahkan dengan mempertimbangkan status sosial ekonomi, kondisi kesehatan, depresi, merokok, keterlibatan sosial, pola makan yang buruk dan penggunaan alkohol.

“Ini adalah studi pertama yang melihat dampak optimisme pada umur panjang yang luar biasa, yang didefinisikan dapat hidup hingga usia 85 atau lebih,” kata Lewina Lee, penulis utama yang juga asisten profesor psikiatri di Fakultas Kedokteran Boston University, dilansir CNN.

Studi ini dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Optimisme tidak berarti mengabaikan pemicu stres kehidupan. Namun, ketika hal-hal negatif terjadi, orang-orang yang optimis cenderung tidak menyalahkan diri mereka sendiri dan melihat hambatan tersebut sebagai hal yang sementara atau bahkan positif.

Mereka juga percaya bahwa mereka memiliki kendali atas nasib mereka dan dapat menciptakan peluang untuk hal-hal baik terjadi di masa depan.

Studi tersebut juga menemukan bahwa wanita dengan tingkat optimisme tertinggi memiliki 1,5 lebih besar peluang untuk hidup hingga usia 85 tahun atau lebih, dibandingkan dengan mereka yang memiliki tingkat optimisme terendah.

Sementara, pria yang sangat optimis memiliki peluang 1,7 lebih besar untuk hidup pada usia tersebut ketimbang dengan yang pesimis.

“Individu yang optimis cenderung memiliki tujuan dan kepercayaan diri untuk mencapainya,” kata Lee.

Dia lanjut mengatakan, “Tujuan tersebut juga dapat mencakup kebiasaan sehat yang berkontribusi pada umur yang lebih panjang.”

Penelitian sebelumnya telah menemukan hubungan langsung antara optimisme dan pola makan yang lebih sehat dan kebiasaan olahraga, serta kesehatan jantung yang lebih baik, sistem kekebalan yang lebih kuat, fungsi paru-paru yang lebih baik, dan risiko kematian yang lebih rendah.

“Optimisme adalah salah satu dimensi psikologis penting yang muncul karena menunjukkan beberapa asosiasi yang sangat menarik dengan kesehatan,” kata ahli saraf Richard Davidson, profesor psikiatri di Wisconsin-Madison University dan pendiri dan direktur Center for Healthy Minds.

“Dan saya akan menambahkan hal positif lainnya, seperti perhatian, kasih sayang, kebaikan, dan memiliki tujuan hidup yang kuat,” tambah Davidson.

 

Editor : Aron
Sumber : cnnindonesia