Kepala Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Letnan Jenderal Doni Monardo. (Foto: Istimewa)

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuat kegiatan yang berpotensi membuat kerumunan.

“Untuk betul-betul patuh pada protokol kesehatan. Khususnya yang berhubungan terjadinya kerumunan. Sejumlah aktivitas menciptakan kerumunan bisa menimbulkan penularan,” tegasnya mengutip Youtube BNPB di Jakarta, Senin (16/11/2020).

Bahkan dia menegaskan, bagi mereka yang dengan sengaja menyelenggarakan kerumunan tersebut, tak hanya akan mendapatkan sanksi di dunia. Namun, akan juga diminta pertanggung jawaban di akhirat.

“Mereka yang menyelenggarakan kegiatan tersebut bukan hanya mendapatkan sanksi di dunia,  tapi akan mendapatkan pertanggungjawaban dari Allah. Karena kegiatan tersebut terjadi penularan,” ujarnya.

Doni juga buka-bukaan soal alasan pembagian 20 ribu masker dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan Front Pembela Islam di Petamburan, Jakarta Pusat, kemarin.

“Bantuan masker itu semata mata untuk melindungi warga yang hadir,” katanya.

Terkait jumlahnya yang fantastis itu, Doni menambahkan masker yang diberikan tersebut tidak hanya untuk panitia penyelenggara, tetapi juga untuk melindungi warga sekitar dari potensi paparan Covid-19.

“Jadi kami mendapatkan laporan dari Kasatpol PP DKI Jakarta bahwa kurang lebih ada 7.000 orang yang berkumpul, di mana sebagian dari mereka tidak #pakaimasker,” pungkasnya.

 

Editor : Aron

Sumber : cnbcindonesia