Ilustrasi virus corona.
Pengantin baru asal Desa Wonorejo, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen meninggal dunia setelah terpapar COVID-19. Bukan hanya pengantin wanitanya yang terpapar virus corona, namun kedua orang tua dari pengantin ini juga meninggal dunia karena positif COVID-19.
Kepala Desa Wonorejo, Edi Subagyo mengungkapkan, pernikahan tersebut digelar pada tanggal 24 Oktober 2020. Selama ini, pengantin tersebut bekerja di puskesmas di Jakarta, namun menyelenggarakan pernikahan di kampungnya, Wonorejo.
“Pernikahan tanggal 24 Oktober, sebelum menikah sempat periksa ke dokter umum, karena memang pengantin itu merasa sakit. Harusnya juga opname tapi karena mau menikah tidak mau,” ujar Edi, Rabu (11/11).
Karena kondisi makin drop, pengantin tersebut dilakukan tindakan ke RS Dr. Mowardi Solo dan dinyatakan positif corona. Tanggal 5 November, pengantin tersebut meninggal dunia.
Sementara itu, Ibu dari pengantin wanita ini juga terpapar COVID-19, ia meninggal dunia pada Jumat pagi setelah putrinya meninggal. Lebih lanjut, Edi menjelaskan, pada Senin tanggal 9 November, Ayah dari pengantin juga meninggal dunia terpapar virus corona.
“Dari surat kematian yang saya baca, kedua orang tua juga terpapar COVID-19, orang tua pengantin wanita juga punya riwayat penyakit gula,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sragen, Hargiyanto, mengatakan ketiga keluarga itu positif COVID-19. Dinas kesehatan melakukan tracing ke 113 kontak dekat.
“Yang di swab khusunya Desa Wonorejo kontak dengan manten sekitar 113,” ucap Hargiyanto.
Untuk hasil swab dari 113 warga tersebut masih menunggu hasil. Pihaknya meminta kepada masyarakat untuk ketat dalam menjalankan protokol kesehatan.
“Kita selalu ingatkan ke masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, dan menghindari kerumunan,” paparnya.
Editor : Parna
Sumber : kumparan