Studi menyatakan kebiasan ibu mengonsumsi makanan tidak sehat turut mempengaruhi indra perasa anak. (iStock)

Kebiasaan ibu sebelum hamil ternyata dapat mempengaruhi sifat anak. Studi terbaru menunjukkan bahwa ibu yang suka makan cemilan manis dan berlemak sebelum hamil, nantinya dapat mempengaruhi anak menyukai junk food.

Dalam studi yang baru saja dipublikasikan di jurnal Scientific Reports itu, peneliti menyebut kebiasaan ibu beberapa waktu sebelum hamil mempengaruhi proses pembentukan janin terutama otak.

Kebiasan ibu mengonsumsi makanan tidak sehat menyebabkan perubahan dalam struktur otak sehingga mempengaruhi indra perasa anak. Alhasil, anak cenderung lebih ingin mengonsumsi makanan serupa yakni junk food.

“Jika seorang ibu memiliki pola makan yang tidak sehat dengan mengkonsumsi banyak kalori melalui produk tinggi lemak dan bergula, keturunannya akan memiliki kecenderungan untuk menyukai makanan yang tidak sehat juga. Asal muasalnya bukan hanya perubahan pada otak, tetapi ada perubahan fisik lain yang terjadi di dalam indra perasa,” kata peneliti Profesor Robin Dando, dilansir Metro.co.uk.

Pada percobaan terhadap tikus, peneliti menemukan ibu yang makan makanan berkalori tinggi dan berlemak lima minggu sebelum kehamilan memiliki bayi dengan reseptor atau sel saraf rasa yang lebih manis pada indra perasa mereka.

Dalam jangka panjang, efek perasa makanan ini cenderung tidak berubah bahkan pada anak yang sudah dibesarkan dengan pola hidup sehat. Mereka cenderung tetap lebih menginginkan makanan manis dan berlemak.

Penelitian pada tikus ini dinilai memiliki hasil yang sama dengan manusia karena memiliki sejumlah karakteristik genetik, biologi, dan perilaku yang sangat mirip dengan manusia.

 

Editor : Aron

Sumber : cnnindonesia