Senator Amerika Serikat, Kamala Harris. Foto: Steve Marcus/Reuters
Joe Biden memenangi pemilu AS 2020 dan terpilih sebagai Presiden AS ke-46. Secara otomatis, pasangan politiknya, Kamala Harris, akan menjadi Wakil Presiden AS.
Terpilihnya Kamala Harris sebagai wapres AS disebut-sebut akan mengubah masa depan Amerika Serikat. Pasalnya, Kamala adalah wakil presiden perempuan pertama dalam sejarah kepresidenan AS. Tak hanya itu saja, ia juga menjadi perempuan kulit hitam pertama sekaligus perempuan keturunan Afrika-India yang menjadi wapres AS.
Di bidang hukum dan politik, perempuan 55 tahun ini memiliki perjalanan karier yang cukup mengesankan. Kamala memulai kariernya sebagai asisten jaksa wilayah yang menangani kasus kejahatan seksual yang dikenal berani dan kritis dalam menangani masalah.
Seperti apa jejak langkah karier Kamala Harris hingga akhirnya ia berhasil menduduki posisi wapres perempuan pertama di AS? Berikut berikan ulasan lengkapnya.

1. Karier pertama Kamala Harris sebagai asisten jaksa wilayah

Kamala Harris & Fakta di Balik Kemenangan Sebagai Wapres Perempuan Pertama AS (1)
Calon wakil presiden dari Partai Demokrat, Senator Kamala Harris dalam debat kampanye wakil presiden AS 2020 di kampus Universitas Utah di Salt Lake City, Utah, AS, (7/10). Foto: REUTERS
Setelah memperoleh gelar Juris Doctor dari University of California, Hastings College of the Law di San Francisco pada 1989, Kamala Harris bekerja di kantor kejaksaan Alameda County di Oakland sebagai asisten jaksa wilayah yang berfokus pada kejahatan seksual. Ia mempunyai keinginan besar untuk mengubah sistem dari dalam agar menjadi lebih baik.
Kemudian pada 1990, ia diangkat sebagai wakil jaksa wilayah di Alameda County, California, dan kinerjanya dianggap sebagai jaksa penuntut yang sangat berkompeten dan akan sukses. Delapan tahun kemudian atau pada 1998, Kamala direkrut oleh jaksa wilayah San Francisco sebagai asisten jaksa wilayah. Dalam perjalanan kariernya itu, Kamala berhasil menangani kasus prostitusi remaja dan mengubah sistem penegakan hukum untuk menganggap perempuan yang terlibat prostitusi sebagai korban, bukan tersangka penjaja seks.

2. Catatan Joe Biden tentang Kamala Harris beredar di internet

Kamala Harris & Fakta di Balik Kemenangan Sebagai Wapres Perempuan Pertama AS (2)
Calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dan calon wakil presiden Amerika Serikat Kamala Harris menyapa para pendukungnya di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat. Foto: Kevin Lamarque/REUTERS
Kamala Harris sudah digadang-gadang menjadi calon kuat cawapres Partai Demokrat mendampingi Biden. Biden pernah berjanji akan memilih perempuan sebagai pasangannya untuk menghadapi Presiden Donald Trump pada pemilu AS. Bahkan jelang pengumuman nama cawapres Partai Demokrat, foto catatan Biden soal Harris tersebar di dunia maya. Foto itu diambil saat Biden menyampaikan pidato di Wilmington, Delaware.
Dalam catatan itu, terdapat pula lima poin mengenai perempuan yang sebelumnya menjabat sebagai Senator California tersebut. Lima poin itu adalah; jangan menyimpan dendam, akan kampanye bersama Joe Biden dan Jill (istri Biden), bertalenta, memberikan bantuan besar untuk kampanye, dan sangat menghormatinya (Kamala).

3. Pernah mengkritik Joe Biden sebelum terpilih jadi cawapres AS

Kamala Harris & Fakta di Balik Kemenangan Sebagai Wapres Perempuan Pertama AS (3)
Calon Wakil Presiden, Senator Kamala Harris tampil di acara kampanye di Alexis Dupont High School di Wilmington, AS. Foto: Carlos Barria/Reuters
Perempuan kelahiran 1964 ini pernah memberikan kritik kepada Joe Biden dalam debat Partai Demokrat pada 2019. Ia menyoroti sikap Biden yang lemah terhadap pengadaan bus wajib bagi siswa sekolah umum.
Akibat insiden itu, sejumlah penasihat Biden mempertanyakan apakah Harris dapat menjadi mitra kerja tepercaya nantinya karena memiliki ambisi politik yang cukup tinggi. Setelah itu, tepatnya pada bulan Maret, Harris memutuskan mendukung Biden sebagai capres dari Demokrat. Sementara Biden sendiri mengaku telah melupakan insiden tersebut.
Selain pernah mengkritik Biden, perempuan yang pernah menjabat sebagai Jaksa Agung dari 2011-2017 ini juga pernah ikut turun ke jalan di Washington bersama ratusan orang memprotes pembunuhan terhadap pria kulit hitam, George Floyd. Ia juga terkenal sebagai salah satu tokoh yang rajin memberikan kritik terhadap Donald Trump.

4. Terungkap alasan Joe Biden memilih Kamala Harris sebagai wapres AS

Kamala Harris & Fakta di Balik Kemenangan Sebagai Wapres Perempuan Pertama AS (4)
Senator Amerika Serikat, Kamala Harris. Foto: Steve Marcus/Reuters
Dalam pemilu 2016 lalu, jumlah pemilih kulit hitam di AS mengalami penurunan sejak 20 tahun terakhir. Hal itu kemudian menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Hillary Clinton kalah melawan Trump.
Karena inilah, Biden sadar bahwa selama ini kampanyenya didominasi oleh pemilih kulit hitam. Terlebih saat ini, situasi di AS tidak kondusif akibat pembunuhan terhadap warga kulit hitam George Floyd di Minneapolis pada Mei lalu. Maka dari itu, dengan menggandeng Harris sebagai wakilnya, Biden ingin mendulang suara sebanyak mungkin dari pemilih kulit hitam.
Di samping itu, sebenarnya Biden pernah berjanji akan memilih sosok perempuan sebagai pasangannya untuk menghadapi Donald Trump dalam Pemilu AS pada 3 November lalu. Hal ini pun sudah dibahas oleh istrinya, Jill Biden, yang turut membantu Joe Biden memilih sosok perempuan yang tepat. Akhirnya, pilihan tersebut dijatuhkan kepada Kamala Harris.

5. Karier Kamala Harris sebagai Jaksa dianggap menghambat kemenangan Joe Biden

Kamala Harris & Fakta di Balik Kemenangan Sebagai Wapres Perempuan Pertama AS (5)
Mantan Wakil Presiden Joe Biden berbicara dengan Senator Kamala Harris setelah selesainya debat presiden Partai Demokrat AS 2020 di Houston, Texas, AS, (12/9/2019). Foto: Mike Blake/Reuters
Terpilihnya Kamala Harris dalam mendampingi Joe Biden sebagai wapres sempat dipuji sekaligus diragukan. Di satu sisi, Kamala yang merupakan wanita kulit hitam dan warga keturunan dianggap dapat mendongkrak perolehan suara Partai Demokrat dalam pemilu AS 2020. Sebab, semasa di Pemerintahan Donald Trump masalah rasialisme merupakan problem besar.
Tetapi di sisi lain, masa lalu Harris sebagai Jaksa Distrik San Fransisco serta Jaksa Agung California berpotensi menggagalkan kemenangan Partai Demokrat. Kala menjabat sebagai penegak hukum Harris dinilai membangun citra anti reformasi dan kejam.
“Dari waktu ke waktu ketika kelompok progresif mendesak dia memberlakukan reformasi peradilan pidana, saat menjadi Jaksa Agung dan Jaksa Distrik, ia (Kamala Harris) menolak dan tetap diam. Harris mengubah teknis hukum menjadi senjata, sehingga dia bisa memperkuat ketidakadilan,” ucap Profesor Hukum AS Lara Bazelon saat menulis artikel opini di New York Times pada 2019 lalu.
Namun rupanya, kekhawatiran tersebut tidak terbukti. Pasangan capres-cawapres AS dari Partai Demokrat, Joe Biden-Kamala Harris, dinyatakan sebagai pemenang Pemilu AS 2020. Keduanya mengantongi 273 suara elektoral (dari minimal 270 suara elektoral) yang membuat keduanya akan memimpin AS menggantikan kandidat Partai Republik, Donald Trump-Mike Pence, hingga 2024.
Editor : Parna
Sumber : kumparan