Menkes Terawan saat berbicara soal IAR penanganan corona. Foto: WHO
Menkes Terawan Agus Putranto menjadi satu dari empat menteri kesehatan yang diundang WHO karena dinilai sukses menyusun Intra-Action Review (IAR) atau Tinjauan Intra-Tindakan. Dalam penyusunan IAR tersebut, Terawan juga menyebut nama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sebagai kepala tim task force.
“IAR adalah tindak lanjut rapat komite darurat yang diadakan Juli 2020. Ini bukan hal mudah untuk menjadi perwakilan 138 multi-sektoral stakeholder untuk mengadakan review penanganan COVID-19 di Indonesia,” kata Terawan dalam keterangannya, Jumat (6/11).
“Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan arahan koordinasi dari Kepala Tim Task Force Luhut Binsar Pandjaitan yang mewakilli pertemuan bersama menteri kesehatan,” imbuhnya.
Tak hanya itu, menurut Terawan, Luhut juga mewakili pertemuan Kemenkes dengan pemerintah pusat dan Pemda hingga rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan asosiasi profesi.
“Keterlibatan multi-sektoran stakeholder untuk me-review, penting dari berbagai perspektif untuk merespons COVID-19 di Indonesia. Ini sangat penting,” ucap Terawan.

Terawan menjabarkan, IAR di Indonesia terdiri dari 9 pilar kunci, yaitu:
1. komando/arahan dan koordinasi
2. komunikasi risiko dan pemberdayaan masyarakat
3. surveilans pengawasan cepat dan investigasi kasus
4. titik masuk perjalanan dan transportasi internasional
5. laboratorium
6. tingkat infeksi
7. manajemen kasus
8. dukungan operasional dan logistik
9. memelihara layanan dan sistem kesehatan esensial
“Hasil review IAR telah memberi masukan bagi Indonesia untuk meningkatkan persiapan koordinasi antar-stakeholder, sejalan dengan koordinasi dari kesiapan multisektoral yang dipublikasi WHO di 2020 ini untuk memperkuat koordinasi untuk kesiapsigaan darurat kesehatan yang lebih baik,” tutup Terawan.
Sejak Agustus lalu, ratusan negara WHO diminta menyelesaikan IAR ini. Namun ternyata dalam pandangan WHO, Indonesia, Afrika Selatan, Uzbekistan, dan Thailand saja yang berhasil menyusun IAR.
“Ya memang Indonesia sukses menyusun IAR. Tapi ini tidak terkait kinerja penanganan pandemi ya,” tutur epidemiolog UI Pandu Riono kepada kumparan, Jumat (6/11).
“Kalau suatu negara mau melakukan itu didorong WHO. Kemenkes yang koordinasikan dengan seluruh stakeholders di Indonesia. (Jadi) yang disebut sukses itu sukses melaksanakan review,” lanjut Pandu.
Terawan Beberkan Peran Luhut dalam Penyusunan IAR Corona (1)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Uji Swab untuk Tenaga Kesehatan, Polisi, TNI, dan Satpol PP di Jakarta, Kamis (1/10). Foto: Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI
Editor : Aron
Sumber : kumparan