Cerpelai, salah satu hewan yang dapat terinfeksi COVID-19. //Live Science

Virus corona (Covid-19) kembali bermutasi. Bahkan, ada mutasi paling baru di hewan cerpelai dan bisa menulari manusia.

Ini juga dikatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Bahkan lembaga itu mengawasi ketat hal ini terutama untuk mencegah pandemi corona lain berlanjut ke manusia.

Cerpelai disebut juga hewan milk. Ia adalah mamalia yang membentuk Genus Mustela dari Familia Mustelidae.

Hewan ini merupakan satu keluarga dengan berang berang dan musang. Ia merupakan predator aktif, bertubuh panjang dan ramping dengan kaki-kaki pendek.Di Eropa, peternakan cerpelai terdapat di sejumlah negara. Hewan ini biasanya dimanfaatkan bulunya.

World of Buz sempat menulis cerpelai digunakan juga untuk membuat bulu mata palsu. Namun People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) membantah itu.

Kehebohan cerpelai dan corona dimulai Mei lalu. Saat itu dua orang yang bekerja di sebuah peternakan cerpelai di Belanda terinfeksi corona.

Pemerintah dan otoritas kesehatan setempat menyebut ini merupakan kasus penularan pertama dari mamalia ke manusia selama epidemi berlangsung.

Mengutip Asiaone, Menteri Pertanian Carola Schouten mengatakan dalam laporannya bahwa cerpelai yang membawa virus itu ditemukan di 4 dari 155 peternakan tempat mereka dibiakkan untuk bulu mereka di negeri kincir tersebut.

Dengan kasus ini, ia menegaskan kemungkinan penularan dari hewan ke manusia atau sebaliknya tak bisa diabaikan.
Pada tiga dari empat peternakan yang terinfeksi, sumber infeksi menurut laporan tersebut terbukti berasal dari manusia yang sakit, sementara yang keempat masih dalam penyelidikan.

Direktur Institut Kesehatan Belanda (RIVM) Jaap van Dissel mengatakan bahwa, beberapa kucing dan hewan lain juga telah terjangkit Covid-19 oleh manusia, transmisi mamalia ini dari manusia adalah praktik unik dan langka.

“Ini adalah pertama kalinya kami menemukan, setidaknya kami telah menunjukkan kemungkinannya, bahwa dalam dua kasus infeksi telah berpindah dari hewan ke manusia. Tentu saja sumber asli infeksi di China juga kemungkinan besar adalah hewan,” katanya.

Sebenarnya, telah terbit undang-undang di Belanda yang melarang peternakan cerpelai untuk pabrik bulu sajak 2013. Namun, peternakan ini masih bisa beroperasi hingga 10 tahun sejak aturan diundangkan atau sampai 2023 sebelum setop total.

Terbaru adalah di Denmark. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan akan memusnahkan 15 juta cerpelai untuk mengurangi risiko hewan menularkan strain baru ke manusia.

“Sangat serius,” katanya saat itu.

Hingga kini ada 48,8 juta orang telah terinfeksi corona dengan 1,23 juta kematian.

 

 

Editor : Aron

Sumber : cnbcindonesia