who logo Foto: frizal
WHO mengundang Menkes Terawan Agus Putranto berbicara soal penanganan corona sore ini. Dalam suratnya, WHO menyebut Indonesia merupakan satu dari hanya tiga negara yang sukses menyusun Intra-Action Review (IAR) atau Tinjauan Intra-Tindakan.
Selain Indonesia, Menkes dari Afrika Selatan, Uzbekistan, dan Thailand juga akan berbicara hari ini.
Sebenarnya, apa, sih, IAR itu?
Jadi begini, dalam periode antara 11 hingga 14 Agustus 2020, WHO mendukung Kementerian Kesehatan untuk melakukan IAR dalam rangka penanggulangan COVID-19 di Indonesia.
Dalam situsnya, WHO menyebut IAR adalah tinjauan kualitatif multisektor komprehensif atas tindakan yang dilakukan sejauh ini dalam menanggapi keadaan darurat yang sedang berlangsung. Menurut mereka, ini adalah mekanisme yang berharga untuk mengidentifikasi celah dan peluang untuk pembelajaran dan peningkatan guna merespons wabah COVID-19 dengan lebih baik.
Ringkasnya, IAR adalah perencanaan yang disusun negara tertentu untuk menanggulangi pandemi corona.
Tentang IAR, yang Membuat Terawan Diundang WHO Bicara Penanganan Corona (1)
Kantor WHO di Jenewa, Swiss. Foto: Shutter Stock
IAR Indonesia dilakukan sebagai rekomendasi dari pertemuan keempat International Health Regulations Emergency Committee pada bulan Juli 2020 terkait wabah COVID-19. Pertemuan ini diselenggarakan oleh Direktur Jenderal WHO dan menyoroti pentingnya pembelajaran kolektif yang berkelanjutan dengan mempertemukan pemangku kepentingan.
“Terkait untuk menganalisis secara kritis dan sistematis tindakan yang dilakukan dalam tanggap darurat,” demikian penjelasan WHO di situs resmi mereka.
Tentang IAR, yang Membuat Terawan Diundang WHO Bicara Penanganan Corona (2)
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: REUTERS/Denis Balibouse
Di Indonesia, IAR secara komprehensif mencakup sembilan pilar utama penanggulangan COVID-19:
Berikut poin-poinnya:
1) komando dan koordinasi
(2) komunikasi risiko dan pemberdayaan masyarakat
(3) pengawasan, tim respons cepat dan investigasi kasus
(4) titik masuk, perjalanan internasional, dan transportasi
(5) laboratorium
(6) pengendalian infeksi
(7) manajemen kasus
(8) dukungan operasional dan logistik
(9) memelihara layanan dan sistem kesehatan penting. Ini juga termasuk pertimbangan khusus untuk pengaturan transmisi komunitas dan pengaturan kapasitas rendah dan kemanusiaan.
Persiapan menyusun IAR
Tentang IAR, yang Membuat Terawan Diundang WHO Bicara Penanganan Corona (3)
Ilustrasi positif terkena virus corona. Foto: Shutterstock
Persiapan IAR dimulai pada bulan Juli dengan pembentukan tim manajemen inti dan identifikasi fasilitator pelatihan yang mencakup sembilan pilar.
Tim manajemen inti melakukan tinjauan meja secara menyeluruh terhadap prosedur operasi standar, pedoman, kebijakan, laporan, dan garis waktu pencapaian tindakan tanggapan COVID-19. Antara tanggal 15 dan 17 Juli, temuan dari tinjauan pustaka disajikan kepada pemangku kepentingan utama.
Kemudian dilanjutkan dengan orientasi tentang ruang lingkup dan proses IAR kepada para pemangku kepentingan pada 28 Juli.
Pada tanggal 29 Juli, WHO mendukung pelatihan fasilitator untuk membekali peserta dengan teknik dan alat khusus yang diperlukan untuk IAR dengan mengacu pada pedoman IAR WHO.
Tentang IAR, yang Membuat Terawan Diundang WHO Bicara Penanganan Corona (4)
Gedung Prof. Dr. Sujudi, Kemenkes RI. Foto: Zahrina Yustisia Noorputeri/kumparan
Fasilitator dipilih dari para pemimpin yang sudah memikul tanggung jawab dalam sembilan pilar tanggapan COVID-19. Mereka menjelaskan kegiatan pilar IAR dan mengamankan komitmen mereka untuk meningkatkan ketanggapan di tengah pandemi.
Pengarahan fasilitator pada 5 Agustus berfungsi sebagai sesi tiruan untuk memastikan implementasi IAR yang lancar dengan berbagai pemangku kepentingan. Fasilitator mampu mendorong diskusi interaktif antar pemangku kepentingan di masing-masing pilar.
Kuisioner juga diisi oleh seluruh peserta IAR untuk menjaring masukan peserta tentang keberhasilan dan peluang perbaikan respons COVID-19 hingga saat ini. Informasi dari dokumen-dokumen ini melengkapi diskusi kualitatif interaktif selama IAR.
Indonesia Sukses Menyusun IAR
Sejak Agustus, ratusan negara WHO diminta menyelesaikan IAR ini. Namun ternyata dalam pandangan mereka hanya ada beberapa yang berhasil.
Mereka adalah Indonesia, Afrika Selatan, Uzbekistan, dan Thailand. Mereka akan diundang bicara dalam jumpa pers sore nanti bersama Dirjen WHO.
“Ya memang Indonesia sukses menyusun IAR. Tapi ini tidak terkait kinerja penanganan pandemi ya,” tutur epidemiolog UI Pandu Riono kepada kumparan, Jumat (6/11).
“Kalau suatu negara mau melakukan itu didorong WHO. Kemenkes yang koordinasikan dengan seluruh stakeholders di Indonesia. (Jadi) yang disebut sukses itu sukses melaksanakan review,” lanjut Pandu.

Pandu mengatakan, justru undangan WHO tersebut menunjukkan Indonesia belum sukses menangani pandemi corona. Namun bahasa yang digunakan dalam surat tersebut diplomatis agar tidak menyinggung.

“Itu bahasanya halus banget, bahasa diplomatis, tapi yang membaca enggak ngerti. Mungkin orang Kemenkes yang ngomong enggak ngerti IAR itu apa,” ucapnya.
Tentang IAR, yang Membuat Terawan Diundang WHO Bicara Penanganan Corona (5)
Pandu Riono. Foto: FKM UI
Di sisi lain, dua petinggi Kemenkes meyakini bahwa undangan tersebut menandakan Indonesia telah sukses menangani pandemi. Jadi, Menkes Terawan akan berbagi pengalaman soal itu.
“Alhamdulillah, Indonesia termasuk 3 negara yang berhasil merespons dan mengendalikan pandemi COVID-19,” tutur Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Budi Hidayat kepada kumparan, Kamis (5/11).
Sejauh ini kasus positif corona di Indonesia bertambah 2.500 sampai 3.000-an per hari. Memang ada pelambatan pertumbuhan dalam beberapa waktu terakhir.
“Karena masyarakat patuh protokol kesehatan,” kata Budi.
Tentang IAR, yang Membuat Terawan Diundang WHO Bicara Penanganan Corona (6)
Menkes Terawan Agus Putranto saat mengikuti KTT ASEAN Virtual. Foto: Dok. Kemlu
Hal serupa diungkapkan Sekjen Kemenkes Oscar Primadi. Menurutnya hari ini merupakan kesempatan yang baik bagi Indonesia.
“Tentunya ini merupakan kesempatan baik, Indonesia sudah dipandang berhasil dalam mengendalikan pandemi COVID-19 ini. Dan WHO secara khusus mengundang Bapak Menteri Kesehatan, bersama dirjen WHO Tedros untuk sharing dan memberikan informasi bagaimana Indonesia mampu mengendalikan pandemi ini dengan baik,” kata Oscar di situs Kemenkes.
Editor : Aron
Sumber : kumparan