Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan bersama sang istri, Emine Erdogan. /The Vocket /
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, belum lama ini menjadi perbincangan lantaran menyerukan aksi boikot terhadap produk-produk buatan Prancis. Aksi boikot produk Prancis ini terjadi setelah Erdogan mendengar serangkaian komentar Presiden Prancis, Emmanuel Macron, soal Islam dan kejadian pemenggalan seorang guru di pinggiran Paris.
“Saya serukan kepada warga saya di sini, jangan pernah memberikan pujian kepada barang Prancis, jangan membelinya,” kata Presiden Erdogan, seperti dikutip dari AFP.
Tak lama setelah pernyataannya itu viral, istri Erdogan, Emine Erdogan, juga ikut menjadi sorotan gara-gara foto penampilannya saat membawa tas keluaran brand fashion mewah asal Prancis, Hermes, pada 2019 lalu.
Penampilan Emine Erdogan saat membawa tas Hermes itu diketahui saat dirinya tiba di Osaka, Jepang, pada Juni 2019 untuk menemani sang suami menghadiri KTT G20. Adapun tas Hermes yang dibawa Emine merupakan seri Kelly berbahan kulit buaya, yang kabarnya dibanderol sekitar 50 dolar Amerika Serikat atau setara Rp 730 juta.

Kolumnis pro pemerintah klaim tas Hermes Emine Erdogan adalah palsu

Setelah penampilan Emine Erdogan yang membawa tas Hermes itu viral, kini seorang kolumnis pro pemerintah Turki dari media Hurriyet, bernama Hande Firat, pun membela Emine Erdogan dan mengklaim bahwa tas tersebut adalah palsu alias KW.
Klaim Hande Firat itu lalu ditulis di kolom media Hurriyet pada 30 Oktober 2020. Dalam tulisanya, Firat menyebut bahwa saat bepergian, Emine Erdogan sebisa mungkin memilih memakai tas dari brand yang tidak dikenal. Selain itu, Firat juga mengklaim bahwa Emine lebih menyukai tas merek lokal alias buatan Turki.
“Emine Erdogan tidak pernah membeli tas dengan harga yang mahal. Alih-alih yang asli, dia justru membeli barang palsu atau imitasi,” tulis Firat di kolomnya.
Menurut media Turki duvar english, tulisan Firat mengenai tas Hermes Emine Erdogan itu dibuat setelah sang istri presiden dihujat akibat seruan boikot produk Prancis dari suaminya. Salah satu hujatan itu datang dari pimpinan Partai Rakyat Republik (Republican People’s Party), Kemal Kilicdaroglu, yang meminta Presiden Erdogan atau sang istri membakar tas Hermesnya. Menurutnya, pembakaran tersebut sesuai dengan seruan yang disampaikan Erdogan.
“Bisakah warga beli produk Prancis? Para sosialita istana (seharusnya) bisa mengimplementasikan boikot tersebut. Sebab, mereka punya pesawat buatan Prancis, jual lah secepatnya. Nyonya Emine juga punya tas (Hermes). Dia seharusnya membakarnya di taman istana kepresidenan,” kata Kemal seperti dikutip dari duvar english.

Tulisan Firat jadi ramai dibahas di media sosial

Sontak, tulisan Firat itupun ramai dibahas netizen di media sosial. Salah seorang netizen yang dikenal sebagai pengacara hak asasi manusia (HAM) Turki, bernama Kerem Altiparmak, pun mempertanyakan klaim Firat tersebut.
Dalam cuitannya di Twitter, Altiparmak menyebut bahwa tas Hermes Emine Erdogan itu sebelumnya sudah menjadi kontroversi pada 2019. Bahkan seorang jurnalis Turki bernama Ender Imrek yang mengkritisi gaya Emine memakai tas ratusan juta di saat rakyat sedang terdampak krisis ekonomi itu, kini harus menjalani sidang karena dituntut atas tulisannya tersebut.
“Tidak ada yang tahu dalam 1,5 tahun terakhir bahwa tas itu adalah tiruan. Saat boikot produk Prancis dimulai, Hande Firat baru menyebutkan bahwa tas tersebut adalah palsu,” tulis Altiparmak, pada Jumat (30/10) lalu.
Presiden Erdogan Serukan Boikot Produk Prancis, Tas Hermes Istrinya Disebut KW (1)
Gaya Istri Erdogan Pakai Tas Chanel. Foto: tccb gov
Selain Hermes, sebenarnya Emine Erdogan juga beberapa kali tertangkap kamera tengah memakai tas mewah dari brand fashion asal Prancis lain. Salah satunya pada 2016 lalu, ketika Emine Erdogan mengunjungi Museum Sutra Nasional di Kota Hangzhou, China. Dalam kesempatan itu, Emine Erdogan terlihat mengenakan tas klasik dari brand Chanel yang harganya ditaksir mencapai Rp 90 jutaan.
Nah, Ladies bagaimana menurut Anda? Apakah Anda percaya tas Hermes milik Emine Erdogan adalah palsu alias KW?
Editor : Aron
Sumber : Kumparan