Petugas Departemen Kepolisian New York (NYPD) menahan seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi Black Lives Matter di Manhattan, New York, Kamis (5/11). Foto: ANDREW KELLY/REUTERS
New York City memanas usai pemilu. Ratusan orang menggelar demo untuk memprotes belum keluarnya hasil Pemilu Amerika Serikat.
Demo yang bermula pada Rabu (4/11) malam tersebut awalnya damai. Namun, semakin malam massa mulai melakukan pembakaran.
Beberapa orang bahkan terlibat bentrok dengan polisi. Menurut keterangan Departemen Polisi New York (NYPD) beberapa demonstran memecahkan kaca di sejumlah toko.
“Kami mendukung kebebasan menyampaikan pendapat, tapi pembakaran adalah tindakan membahayakan orang lain dan itu tidak bisa ditolerir,” sebut keterangan NYPD seperti dikutip dari Fox News.
NYPD menambahkan, mereka sudah menangkap kurang lebih 50 orang perusuh. Polisi juga menyita senjata tajam, senjata listrik, dan berbagai alat pembakar.
Meski sempat terjadi bentrok, kondisi New York saat ini sudah kondusif.
Sementara itu, hingga kini pemenang Pemilu AS masih samar. Dalam perhitungan Reuters, Joe Biden unggul dari Donald Trump.
Biden mendapat 253 suara elektoral. Sedangkan Trump 214 suara. Butuh 270 suara elektoral untuk menang pemilu.
Editor : Aron
Sumber : kumparan