Ilustrasi debat pilpres AS, Foto: BBC World

Pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) antara calon presiden Joseph Robinette Biden Jr. dari Partai Demokrat dan petahana Donald John Trump dari Partai Republik disebut-sebut mirip dengan pilpres Indonesia di 2019.

“Merasa (pilpres AS) seperti politik Indonesia sekarang,” cuit jurnalis ABC News, David Lipson melalui akun Twitternya @davidlipson.

Sontak cuitan tersebut memicu banyak balasan yang kebanyakan dari masyarakat Indonesia, dan beberapa masyarakat asing yang mengikuti perkembangan politik di Indonesia beberapa waktu lalu.

Ross Tapsell, dosen dan spesialis Asia Tenggara di Australian National University menjawab cuitan Lipson dengan: “Benar. Tapi itu bukan politik Indonesia yang sebenarnya kecuali Trump akhirnya menjadi Menteri Pertahanan Biden.”

 

Sementara yang lain banyak yang menuliskan jika Biden menjadi presiden AS, posisi Menteri Pendidikan akan diisi oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg, dengan para relawan Trump diangkat sebagai komisaris dalam kabinet Biden nantinya.

Sebelumnya, Trump sempat mendeklarasikan kemenangan sebelum semua surat suara pemilihan di berbagai negara bagian selesai dihitung. Peristiwa ini menyerupai pilpres Indonesia pada tahun 2019, di mana Prabowo Subianto sempat menjadi lawan petahana Presiden Joko Widodo.

Prabowo sempat mengklaim kemenangan atas Jokowi, meskipun data hasil perhitungan suara cepat atau quick count dari berbagai lembaga serta real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan sebaliknya.

Ketika Jokowi dan Ma’ruf Amin memenangkan pilpres tahun lalu, keduanya membuat keputusan yang tidak disangka para pendukungnya. Ia mengangkat Prabowo sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).

Selain itu, Jokowi juga mengangkat pendiri aplikasi Gojek, Nadiem Anwar Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, meskipun dikatakan tidak memiliki pengalaman dalam mengelola dan terjun langsung dalam pendidikan Indonesia sepanjang karirnya.

Editor : Aron
Sumber: cnbcindonesia