Ilustrasi Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja, ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA/WSJ.
Program pelatihan Kartu Prakerja telah mencapai gelombang 11 hingga 2 Oktober 2020. Sejauh ini, program yang didesain bagi pencari kerja ini telah menyerap 5,2 juta peserta.
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Purbasari melaporkan hasil dari perjalanan panjang program pelatihan gelombang 1-10. Dalam laporannya, salah satu pelatihan yang paling banyak dipilih oleh peserta adalah gaya hidup. Denni mengakui ada banyak peserta yang sekarang telah menjadi perias hingga Youtuber.
“Seperti misalnya (keahlian) make up, banyak kemudian menjadi youtuber, banyak yang menjadi perias prewedding, wisuda dan sebagainya yang sekarang hanya lewat online,” ungkapnya melalui webinar melalui webinar Peran Program Kartu Prakerja dalam Pembangunan SDM di Masa Pandemi, Selasa (3/11).
Selanjutnya pelatihan yang paling digemari oleh para peserta yaitu manajemen. Jenis pelatihan ini mempelajari pendaftaran badan hukum usaha, perhitungan pajak usaha.
Berikutnya, ada pelatihan pemasaran online yang juga menjadi salah satu jenis pelatihan yang digemari. Pemasaran online ini akan belajar banyak mengenai strategi pemasaran digital dan tata cara mengembangkan bisnis online.
Manajemen Kartu Prakerja: Banyak Peserta Jadi Youtuber hingga Make Up Artist (1)
Usaha Kopi yang dirintis salah satu peserta pelatihan Kartu Prakerja, Olivia Peggy. Foto: Dok. pribadi
Keempat yaitu pelatihan mengenai keuangan. Jenis pelatihan ini seperti mempelajari kelola keuangan bisnis. Kelima, yaitu pelatihan makanan dan minuman. Jenis pelatihan ini seperti teknik pembuatan kue, memasak dan lain sebagainya.
Sedangkan keenam ada kursus bahasa asing. Bahasa Inggris paling populer, meski terdapat pelatihan bahasa arab, jepang dan mandarin.
“Kemudian yang ke tujuh ada pelatihan teknologi informasi ada pelatihan komputer dan lain sebagainya,” jelasnya.
Adapun data pelatihan per 31 Oktober 2020 yaitu terdapat 1.534 jumlah pelatihan aktif, 147 jumlah lembaga pelatihan, 7 platform digital. Sementara itu dilihat dari para pendaftar sebanyak 81 persen belum pernah mengikuti kursus, dan 91 persen melampirkan sertifikat prakerja untuk mendaftar pekerjaan.
Sebelumnya, Denni mengatakan update terakhir tercatat hingga 30 Oktober 2020. Secara rinci, sejauh ini sebanyak 5,2 juta peserta yang telah membeli paket pembelajaran.
“Yang telah selesai 4,94 juta orang, yang telah menerima insentif selisihnya pendek yaitu hanya sekitar, 0,04 juta orang,” ungkapnya melalui webinar Peran Program Kartu Prakerja dalam Pembangunan SDM di Masa Pandemi, Selasa (3/11).
Denni menjelaskan, adanya selisih antara penerima insentif dengan peserta yang telah menyelesaikan program karena adanya pengecekan dan verifikasi penyaluran kepada penerima.
“Begitu rating ulasan diterima kita bayarkan. Dalam satu hari itu kita membayarkan banyak sekali kepada penerima,” lanjutnya.
Selain itu, Denni menambahkan, penyaluran dana kepada penerima akan dilakukan setiap bulan jumlahnya Rp 600 ribu. Artinya pemberian dana kepada penerima dilakukan secara bulanan, tidak serta merta langsung secara keseluruhan atau Rp 2,4 juta.
“Ini menurut para ekonom baik karena dengan demikian Ibu dan Bapak per bulan dapat estimasi oke ada perhitungan dari pemerintah. Kalau dirapel itu orang orang cepat belanja biasanya bulan kedua kurang uang,” jelasnya.
Editor : Aron
Sumber : kumparan