Ilustrasi orang stress.
Stress masih menjadi persoalan yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu orang biasa, pejabat, bahkan pelawak yang sering menghibur orang dengan candaan jenakanya pun berpotensi mengalami stress. Terlebih lagi di tengah pandemi Covid-19, yang mana kegiatan kita dibatasi untuk meminimalisir terjadinya penyebaran virus tersebut, tentunya potensi stress akan mengalami peningkatan dibanding hari-hari sebelumnya.
Melansir data Masalah Psikologis terkait Pandemi Covid-19 di Indonesia, yang dikeluarkan oleh PDSKJI dalam situs resminya http://pdskji.org , 64,3% orang dari 1395 responden mengalami masalah psikologis cemas atau depresi. Adapun, gangguan cemas tersebut memiliki beberapa gejala seperti :
1. Khawatir, gelisah, panik
2. Takut mati, takut kehilangan kontrol
3. Jantung berdebar lebih kencang
4. Nafas sesak, pendek, berat
5. Kepala pusing, perut mual, diare, hingga mengalami gangguan tidur
Adapun gejala-gejala di atas timbul karena respons tubuh yang berlebihan terhadap suatu kejadian yang mendadak atau tak diinginkan, sama halnya dengan pandemi Covid-19 yang merebak di berbagai penjuru negeri.
Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi stress di tengah pandemi?
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi tingkat stress di tengah pandemi Covid-19 yaitu :
1. Lakukan hal-hal bermanfaat namun jangan berlebihan (bisa dengan mengerjakan hobi, olahraga, dan lain sebagainya)
2. Tetap tenang. Jangan mudah percaya dengan kabar yang belum jelas kepastiannya, cek fakta dari sumber valid yang telah disediakan oleh pemerintah
3. Lakukan tindakan sesuai dengan yang telah dianjurkan, seperti rajin mencuci tangan, konsumsi makanan dengan gizi seimbang, olahraga, istirahat yang cukup, kurangi bergerombol atau bertemu banyak orang, jaga jarak, memakai masker, mandi setelah melakukan aktivitas di luar rumah
Adapun sebagai seorang muslim, kita dianjurkan untuk melakukan beberapa hal berikut ini agar terhindar dari stress :
1. Tawakkal (berserah diri) pada Allah. Kita harus ingat bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehendak dan takdir-Nya
2. Menjaga aturan Allah (mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya)
3. Ikhtiar
4. Jangan mudah percaya dengan hoax (kroscek/tabayyun terhadap informasi yang diterima)
5. Bersabar
Tentunya, pandemi Covid-19 ini memberikan dampak yang luar biasa dalam berbagai sektor kehidupan. Namun, respons berlebihan tentunya bukanlah hal yang dapat dibenarkan karena mampu mempengaruhi kondisi mental dan juga kesehatan kita. Me-manage emosi merupakan salah satu kunci di samping menerapkan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Tetap waspada, tapi jangan panik ya.. Stay healty, stay calm!!
Editor : Aron
Sumber : kumparan