PESAWAT pengintai Poseidon P-8A milik AL Amerika Serikat.

Media China menyoroti pemberitaan soal penolakan Indonesia akan masuknya pesawat mata-mata Amerika Serikat (AS) P-8 Poseidon. Sikap RI, bahkan dipuji media yang terafiliasi dengan Partai Komunis China, Global Times.

“Mereka tidak ingin kawasan itu menjadi tempat permainan militer negara-negara besar,” tulis media tersebut dengan memuat artikel seorang pengamat di Beijing Xu Liping, dikutip Jumat (23/10/2020).

“Juga tidak ingin AS mengganggu situasi regional. Ini adalah sikap yang benar dari kekuatan regional yang sebenarnya.”

 

Ia mengatakan persaingan antara AS-China telah mengikat negara-negara kawasan untuk ‘bersekongkol’ melawan Beijing. Di mana sebagian disebut harus terpaksa berpihak.

Tetapi sebagian besar negara ini, terutama anggota ASEAN termasuk Indonesia, sangat mementingkan keseimbangan hubungan nasional dengan negara-negara besar.

“Keberpihakan tidak sejalan dengan kepentingan mereka … Indonesia menegaskan tidak akan berpihak pada urusan Laut China Selatan,” tulisnya lagi.

China merupakan investor terbesar RI setelah Singapura. Investasi China di Indonesia meningkat 9 persen pada semester I 2020 yakni menjadi US$2,4 miliar dari US$2,2 miliar pada semester I 2019.

Sebelumnya, Reuters memberitakan RI menolak masuk jet tempur canggih mata-mata AS, P-8 Poseidon mendarat. Sejak Juli hingga Agustus, AS mengirimkan permintaan khusus agar pesawat Boeing itu bisa ‘mampir’ dan mengisi bahan bakar.

Penolakan langsung diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebelumnya pendekatan, disebut sumber media itu, dilakukan ke Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri.

P-8 sendiri adalah jet yang penting dalam mengawasi aktivitas China di Laut China Selatan (LCS). Kedua negara tegang di perairan karena klaim China terhadap 80% kawasan kaya itu.

Intensitas militer China di LCS membuat AS masuk. AS baru-baru ini menggunakan pangkalan militer di Singapura, Filipina, dan Malaysia untuk mengoperasikan penerbangan P-8 di atas LSC.

Sayangnya baik Kementerian Pertahanan RI maupun Kementerian luar negeri enggan menanggapi persoalan ini.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan mengunjungi Indonesia, pekan depan. Ini merupakan perjalanan pertamanya ke RI sejak pemberitaan soal penolakan pesawat mata-mata Boeing itu.

Hal tersebut diungkapkan Pompeo dalam sebuah pernyataan ke wartawan, Rabu (21/10/2020) waktu setempat. Lawatan akan membahas banyak hal termasuk soal kebebasan navigasi di Indo-Pasifik dan Laut China Selatan.

“Penting bagi saya memastikan kedaulatan mereka dilindungi dari upaya berkelanjutan, hak-hak dasar mereka, hak maritim, hak bisnis … yang terus menerus diancam Partai Komunis China,” katanya sebagaimana dimuat dalam Twitter Departemen of State @StateDept.

Hal ini dibenarkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam media briefing yang berlangsung virtual kemarin. Selain kunjungan bilateral, ia juga disebut akan mengunjungi GP Ansor.

Editor : Aron
Sumber : cnbcindonesia