Ilustrasi vaksin corona dari Sinovac
Pemerintah Indonesia melalui Kemenkes dan Kemenristek menyebut vaksin corona Sinovac yang akan digunakan di Indonesia hanya untuk usia 18-59 tahun. Sebab, uji klinis III di Bandung dilakukan untuk relawan dengan batas usia tersebut.
Tentu ini memicu pertanyaan, bagaimana dengan anak-anak atau siswa sekolah. Mereka di bawah 18 tahun, tapi menjadi kelompok rentan tertular karena masih acap keluar rumah.
Belum lagi ada santri-santri di pondok pesantren juga. Mereka usianya pasti ada yang di bawah 18 tahun, di sisi lain mereka juga rentan.
Seperti yang pernah disampaikan anggota tim pakar Satgas COVID-19 Dewi Nur Aisyah, siswa di sekolah berasrama sangat rentan karena mereka melakukan aktivitas bersama-sama di suatu tempat. Tak jarang ventilasi dan sanitasi juga kurang baik.
Maka, vaksin untuk mereka tentunya penting diberikan.
Prof Kusnandi: Vaksin Sinovac Ada yang Bisa untuk Usia 3 Tahun ke Atas (1)
Ketua Tim Riset Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Prof. Kusnandi Rusmil. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Terkait hal ini, Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad Prof Kusnandi Rusmil punya jawaban. Menurutnya, Sinovac bakal memproduksi vaksin untuk orang berusia di atas 3 tahun.
“Sinovac ada yang untuk umur lebih dari 3 tahun. Uji kliniknya sedang berjalan, selesainya November, ” kata Prof Kusnandi kepada kumparan, Rabu (21/10).
Koordinator uji klinis III vaksin Sinovac di Indonesia itu juga menyarankan pemerintah segera mengusahakan vaksin tersebut. Sebab, komitmen vaksin Sinovac yang juga akan diproduksi Bio Farma nanti hanya untuk usia 18-59 tahun.
“Vaksin yang itu bisa dibeli oleh pemerintah kita, tapi bukan yang dibuat Bio Farma,” tutur dia.
Editor : Aron
Sumber : kumparan