Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat meminta pengelola Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Parappe untuk segera mengevakuasi santri terpapar covid-19 ke Rumah Sakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan masif melalui pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) atau swab, ditemukan sebanyak 67 santri positif terinfeksi covid-19.

“Kalau ditotal dari yang diawal sudah ada 67 kasus,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Polman Haedar dikutip dari siaran CNNIndonesia TV, Selasa (29/9).

Saat ini 21 santri tengah menjalani perawatan dan pengobatan di Rumah Sakit rujukan setempat, sedangkan 46 santri positif lainnya menjalani masa karantina mandiri di lingkungan Ponpes. Kemudian, sekitar 355 santri lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan swab.

Haedar meminta kepada pengelola Ponpes untuk segera membawa puluhan santri positif ke RS untuk mendapat penanganan insentif.

“Maunya yang ada sekarang, penanganannya harus di rumah sakit, supaya dia terawasi, terkendali, apakah dari segi kesehatan, asupan gizi, dan keseharian,” imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil pertemuan antara Satgas Covid-19 dan pengelola pondok, usulan evakuasi ke RS belum mendapat keputusan lampu hijau dari pihak Ponpes, sebab Ponpes mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan swab sekitar 355 santri keluar.

“Belum ada kesepakatan anak yang positif kami itu dibawa ke mana, karena kita menunggu hasil keseluruhan,” kata pengelola Ponpes Suaib Jawas.

Kendati demikian, Suaib mengaku terus mendukung Satgas covid-19 dan Dinas Kesehatan setempat dalam menangani temuan ini, seperti pemantauan khusus dan penyemprotan disinfektan ke seluruh area Ponpes.

Saat ini, aparat desa bersama petugas keamanan melakukan pengetatan pada sejumlah akses masuk menuju kawasan Ponpes, termasuk waktu kunjung santri yang diperketat.

Sementara itu, klaster Ponpes dalam beberapa pekan terakhir kembali menjadi sorotan. Sebelumnya, sebanyak 126 santri Pondok Pesantren Al Hidayah yang berlokasi di Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dinyatakan positif terinfeksi virus corona, Kamis (24/9) lalu. Temuan itu mengakibatkan pondok pesantren ditutup selama dua pekan sembari disinfektasi.

Klaster serupa juga terjadi di Pondok Pesantren Darus Ilmi yang berlokasi di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Sebanyak 44 santri dan dua orang pengasuh dinyatakan positif terinfeksi virus corona berdasarkan hasil pemeriksaan masif melalui pemeriksaan swab di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam.

 

 

Editor : Parna

Sumber : cnnindonesia