Numerous thresher sharks being butchered for market.
Produksi massal vaksin virus corona telah ditunggu seluruh masyarakat dunia. Namun ternyata, produksi massal vaksin dapat mengancam keberadaan ikan hiu di dalam laut.
Ikan hiu mengandung minyak alami bernama squalene. Minyak ini telah digunakan pada vaksin flu sejak tahun 1997. Dilansir Express, minyak ini juga akan digunakan pada vaksinvirus corona untuk meningkatkan efektivitasnya.
Salah satu pembuat vaksin virus SARS-CoV-2, GlaxoSmithKline (GSK), berencana untuk menggunakan hingga satu miliar dosis squalene. Jumlah tersebut digunakan untuk mengembangkan vaksin yang berpotensi mengakhiri pandemi COVID-19.
Untuk bisa memperoleh 1.000 kg minyak squalene membutuhkan sekitar 3 ribu ikan hiu. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko punahnya ikan hiu yang saat ini jumlahnya terus menurun.
500 Ribu Hiu Diprediksi Akan Mati untuk Produksi Massal Vaksin Corona (1)
Seorang ilmuwan menyiapkan sampel selama penelitian dan pengembangan vaksin melawan virus corona di laboratorium perusahaan bioteknologi BIOCAD di Saint Petersburg, Rusia. Foto: Anton Vaganov/REUTERS
Masalah ini disampaikan oleh sebuah kelompok ahli konservasi, Shark Allies. Menurut kelompok tersebut, jika setiap orang di dunia memperoleh satu dosis vaksin, sebanyak 250 ribu ekor ikan hiu harus meregang nyawa.
“Kami tidak dalam bentuk apapun mencoba menghalangi atau memperlambat pengembangan vaksin COVID-19 atau pengobatan penting lainnya yang dibutuhkan untuk melindungi umat manusia dari penyakit,” tulis Shark Allies pada laman web-nya.
“Kami meminta sumber yang lebih berkelanjutan untuk squalene dapat digunakan untuk aplikasi yang kurang mendesak,” lanjutnya. “Dimana, alternatif lainnya sama efektifnya dengan squalene dari ikan hiu.”
Alternatif untuk squalene dari sumber yang lebih ramah lingkungan memang tersedia. Beberapa di antaranya adalah squalene sintetis yang diambil dari tumbuhan serta minyak squalene dari tebu.
Menurut Shark Allies, “melalui kaca mata ilmu kimia, squalene dari sumber lainnya seharusnya identik, (karena) struktur kimianya tetap sama (C30H50).”
500 Ribu Hiu Diprediksi Akan Mati untuk Produksi Massal Vaksin Corona (2)
Vaksin “Gam-COVID-Vac” yang dikembangkan oleh Gamaleya National Research Institute of Epidemiology and Microbiology dan Russian Direct Investment Fund (RDIF), di Binnopharm perusahaan farmasi di Zelenograd, Rusia. Foto: RDIF/Handout via REUTERS
Berdasarkan hal tersebut, seharusnya minyak squalene yang diperoleh dari sumber lain bisa tetap digunakan. Namun, kemanjurannya pada vaksin untuk manusia sebenarnya masih belum cukup dibuktikan.
Shark Allies sendiri mengakui hal ini dengan menyampaikan bahwa, “baru ada satu penelitian yang menemukan bahwa efek squalene bukan dari hewan sama efektifnya dengan squalene dari ikan hiu pada valsin.”
Tim ahli konservasi dari Shark Allies meminta penambahan jumlah penelitian ihwal hal ini agar minyak squalene yang bersumber dari makhluk lain selain ikan hiu dapat digunakan pada vaksin.
Sebagian besar ikan hiu memang sudah terancam keberadaanya di laut. Saat ini, berbagai usaha konservasi telah diupayakan berbagai ilmuwan untuk menjaga populasinya di alam. Namun, tentu pengembangan vaksin corona dapat membuat segalanya sia-sia.
Menurut Shark Allies, “Jika vaksin COVID-19 yang mengandung squalene dari ikan hiu terbukti efektif, ikan hiu laut dalam dalam jumlah yang besar akan dibunuh.”
Editor : Aron
Sumber : kumparan