Aktris Sandra Dewii kini telah hidup bahagia dengan sang suami, Harvey Moeis, serta kedua anak mereka, Raphael dan Mikhael Moeis. Akan tetapi, sebelum bertemu Harvey, Sandra sempat merasakan sulit mendapat jodoh.
Hal ini diungkapkan Sandra saat ia berbincang dengan Daniel Mananta. Perempuan berusia 37 tahun tersebut mengaku permintaannya selalu dikabulkan oleh Tuhan sejak dulu, kecuali soal jodoh.
“Gue enggak tahu kenapa semua doa terkabul, kecuali jodoh. Gue ngerasa udah jadi anak setia, patuh, baik. Salah gue di mana, kenapa Tuhan belum mengabulkan doa gue yang ini, sementara ini untuk masa depan gue,” ucap Sandra Dewi dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Daniel Mananta.
Cerita Sandra Dewi Sempat Galau saat Diajak Mantan Pindah Agama (1)
Sandra Dewi Foto: Munady
Sandra kemudian mengisahkan perjalanan cintanya dengan sang mantan. Saat itu, ia berpacaran dengan lelaki yang berbeda agama dengannya.
“Namanya anak muda, pasti pacaran, terus ketemu sama ├Żang menurut gue baik, cocok, enggak ada salahnya. Tapi beda keyakinan, gue pikir mungkin ada jalan tengah. Ternyata ujungnya, ketika membahas pernikahan, dia penginnya gue pindah. Gue enggak bisa,” kenang Sandra.
Daniel kemudian bertanya bagaimana cara Sandra Dewi mempertahankan keyakinannya. Sandra pun mengaku saat itu sempat takut kehilangan sosok lelaki seperti mantannya.
“Gue sebenarnya gambling. Gue ke depannya akan dapat yang gini lagi enggak, ketakutan gue sangat besar, apalagi umur gue segini. Sebagai manusia, gue takut. Kalau gue switch (pindah agama), tenang hidup gue, aman, damai,” ucap Sandra.
“Tapi, hidup gue tenang dan damai ketika saya berdoa sesuai apa yang saya percaya. Gue ngebayangin kalau enggak bisa doa sama Tuhan yang gue percaya, yang udah nyelamatin gue berkali-kali, apakah hidup gue akan nyaman. Enggak ada dia, gue masih bisa hidup, kalau enggak ada Tuhan, gue enggak bisa hidup,” imbuhnya.
Sandra Dewi akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan dengan mantannya tersebut. Sebab, ia tak bisa meninggalkan Tuhan dan ajaran agama yang dianutnya sejak kecil.
“Gue mendingan terpuruk, sedih, tapi gue yakin kalau gue memilih Tuhan, Tuhan akan memberi yang terbaik buat gue, versi Dia,” pungkasnya.

 

Editor : Aron

Sumber : Kumparan