Jakarta – Dana insentif Kartu Prakerja sekitar Rp 6,39 triliun balik ke kas negara. Hal itu terjadi usai Manajemen Pelaksana (PMO) program Kartu Prakerja mengkonfirmasi ada sekitar 180 ribu orang yang status kepesertaannya dicabut.Sebanyak 180 ribu orang yang status kepesertaannya dicabut ini berasal dari pendaftaran gelombang satu hingga empat. Proses pencabutan status juga dikarenakan para peserta ini tidak membelanjakan dana atau saldo yang disediakan untuk membeli paket pelatihan.

Direktur Operasional PMO Kartu Prakerja Hengki Sihombing mengatakan pencabutan status ini sudah sesuai dengan Permenko Nomor 11 Tahun 2020.

“Alasan mereka diberhentikan, ini berdasarkan Permenko 11 Tahun 2020 itu ada syarat di mana peserta yang sudah ditetapkan, mereka harus melakukan pembelian pelatihan 30 hari setelah tanggal ditetapkan menjadi penerima Prakerja,” kata Hengki dalam acara Power Lunch CNBC TV Indonesia, Senin (21/9).

Dalam Dalam pelaksanaannya, setiap peserta mendapat total dana Rp 3.550.000. Rinciannya, sebesar Rp 1.000.000 untuk biaya pelatihan, lalu insentif totalnya Rp 2.400.000 atau Rp 600.000 per bulan diberikan selama 4 bulan, dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 150.000. Jika terdapat sekitar 180 ribu peserta yang dicabut statusnya, maka ada sekitar Rp 6,39 triliun dana insentif yang dikembalikan ke kas negara.

“Sejauh ini belum ada, kita sedang koordinasi dengan tim pelaksana, sebaiknya seperti apa, status dari 180 ribu ini. Uangnya sudah kita kembalikan ke rekening umum negara,” ujarnya.

Hengki mengatakan, waktu selama 30 hari membelanjakan saldo untuk paket pelatihan memang sudah tertuang dalam aturan yang ada. Dia menyebut kejadian ini menjadi evaluasi tim PMO ke depannya.

“Sebenarnya 30 hari itu waktu yang lama sejak mereka ditetapkan menjadi peserta. Tapi case-case (permasalahan) yang kita temui memang, mungkin ini jadi PR PMO Kartu Prakerja dari sisi sosialisasi. Karena memang banyak dari 180rb ini, yang memang literasinya sangat terbatas. Bahkan mungkin ada yang menunggu berharap bahwa mereka akan diberikan kartu fisik untuk menggunakan Kartu Prakerja,” tambahnya.

Hengki mengaku dalam waktu dekat akan mengencangkan program sosialisasi kepada seluruh peserta Kartu Prakerja segera menggunakan saldo untuk membelanjakan paket pelatihan. Sosialisasi dilakukan khusus pada peserta gelombang kelima.

“Khususnya dari peserta batch 5 mungkin ada 5-7 hari ke depan jika mereka belum melakukan transaksi, kepesertaan mereka akan dicabut. Dari ini tim operasional akan mengingatkan mereka coba melakukan transaksi dan mencoba tanya feedback mereka kenapa sampai saat ini belum melakukan transaksi. Apakah ada yang bisa kita bantu dan kita coba cari solusinya,” ungkapnya.

Editor : Aron
Sumber : Detik