Jakarta – Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Kamis (17/9). Mulai dari Oman ingin buka hubungan dengan Israel hingga Amerika Serikat menyiapkan kapal perang mematikan untuk menghadapi China

1. Oman Ingin Buka Hubungan dengan Israel, Takut Dimusui Iran

Kesultanan Oman dilaporkan diam-diam berniat untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, tetapi mereka khawatir hubungan bilateral yang terjalin baik dengan Iran bakal retak jika hal itu dilakukan.

Informasi itu disampaikan oleh sebuah sumber di Uni Emirat Arab (UEA) kepada surat kabar Israel, Israel Hayom. Dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (17/9), surat kabar itu melaporkan Oman saat ini adalah satu-satunya negara di kawasan Teluk yang mempunyai hubungan bilateral dengan Iran.

Sumber itu menyatakan Bahrain yang baru mengikat perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel juga sebenarnya meragukan keputusan itu. Sebab, dua pertiga penduduk di negara itu adalah kaum Syiah.

2. Trump Akui Ingin Bunuh Presiden Suriah, Damaskus Naik Pitam

Damaskus menyebut Amerika Serikat sebagai negara ‘nakal’ menyusul pengakuan Presiden Donald Trump yang sempat ingin membunuh Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan hal itu membuktikan bahwa tindakan AS tak ada bedanya dengan cara-cara yang digunakan oleh kelompok teroris.

“Pengakuan Trump atas langkah semacam itu menegaskan bahwa pemerintah AS adalah negara yang nakal,” kata Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita negara SANA, Rabu (16/9).

3. Siaga Hadapi China, AS Siapkan Kapal Perang Mematikan

Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan pihaknya akan menambah kapal tak berawak, kapal selam hingga pesawat.

Dengan rencana itu, armada laut AS akan ditingkatkan menjadi lebih dari 355 kapal, dari 293 kapal yang ada saat ini. AS berharap militer mereka mampu mempertahankan keunggulan atas pasukan angkatan laut China, yang dipandang sebagai ancaman utama.

“Armada masa depan akan lebih seimbang dalam kemampuan memberi efek mematikan dari udara, laut, dan bawah laut,” kata Esper dalam pidato di Rand Corp, California, Rabu (16/9) seperti dikutip dariĀ AFP.

 

Editor : Aron

Sumber : cnnindonesia