Jakarta –¬†Anggota keluarga penyanyi sekaligus politikus PDIP Edo Kondologit, Riko (20) meninggal dunia usai diduga mengalami kekerasan fisik saat menjalani pemeriksaan di Polres Sorong Kota, Papua Barat, Kamis (27/8). Ia pun mendesak kepolisian bertanggung jawab atas kematian salah satu anggota keluarganya itu.

Edo mengatakan Riko diperiksa oleh polisi karena diduga membunuh salah satu warga. Ia mengatakan Riko diserahkan oleh pihak keluarga. Edo membantah bahwa polisi yang menangkap Riko untuk diproses hukum.

Riko diduga membunuh setelah barang bukti yang diduga terkait dengan korban ditemukan dari dirinya. Polisi juga menemukan ponsel milik korban yang diduga dibunuh oleh Riko.

Selain oleh polisi, Edo mengaku menerima informasi Riko sengaja dibiarkan disiksa oleh dua tahanan lain di dalam sel tahanan yang ada di Polres Sorong.

Bahkan, ia menyebut kedua kaki Riko ditembak oleh polisi karena dituding hendak melarikan diri usai memecahkan kaca saat penyiksaan oleh dua tahanan berlangsung.

“Dia (Riko) berusaha menghindar dari penyiksaan mereka (tahanan yang menyiksa) mungkin tabrak kaca, polisi dengan sengaja anggap dia melarikan diri, ditangkap, ditembak kedua kakinya dengan pistol. Ini kan penganiayaan berat,” ujar Edo.

Tak sampai di sana, Edo berkata Riko kembali disiksa usai proyektil peluru di kedua kakinya diambil di rumah sakit. Menurutnya, polisi kembali membiarkan Riko disiksa hingga akhirnya meninggal dunia.

“Menurut saya ini cara-cara biadab, tidak bisa dibiarkan cara-cara seperti itu. Kalau polisi mau cuci tangan, tidak bisa. Karena itu tempat mereka,” katanya.

Merespons dugaan tersebut, Kapolda Papua Barat Inspektur Jenderal, Tornagogo Sihombing mengatakan telah memerintahkan Kepala Bidang Propam dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat berangkat ke Kota Sorong.

Tornagogo memerintahkan anak buahnya itu untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan kematian keluarga Edo Kondologit tersebut.

“Apakah proses penanganannya sudah sesuai SOP atau tidak,” kata Tornagogo, Senin (31/8).

Tornagogo berjanji pihaknya akan memproses anggota Polres Kota Sorong jika terbukti melakukan pelanggaran yang mengakibatkan nyawa tahanan melayang.

“Saya akan proses hukum bila ada pelanggaran yg dilakukan anggota,” ujarnya.

 

 

Editor : Aron

Sumber : cnnindonesia