Orang tua baru, umumnya banyak pertanyaan seputar perawatan bayi baru lahir. Antara lain, soal seberapa sering bayi harus dimandikan. Meski terlihat sepele, hal ini bisa menimbulkan kebingungan bahkan perdebatan di antara ibu dan ayah maupun pengasuh lainnya.
Tapi tenang saja. Semuanya bisa dipelajari kok, Moms! Yang penting, kita selalu mau belajar dan mencari informasi yang benar.
Kembali ke soal memandikan bayi baru lahir, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada laman resminya menjelaskan bahwa saat lahir, bayi belum perlu dimandikan. Bayi masih memiliki lapisan pelindung yang terlihat seperti lemak berwarna keputihan yang berfungsi untuk menjaga suhu bayi. Setelah 6 jam bayi dapat dilap dengan air hangat saja. Jadi bukan mandi seperti yang biasa kita lakukan, ya!

Panduan Memandikan Bayi Baru Lahir

Bayi Baru Lahir, Seberapa Sering Harus Mandi? (1)
ilustrasi memandikan bayi baru lahir Foto: Shutterstock
Sebelum tali pusat lepas, bayi dapat dimandikan dengan kain lap atau spon. Setelah tali pusat lepas bayi dapat dimandikan dengan dimasukkan ke dalam air, hati-hati kepala terendam dalam air. Gunakan air hangat-hangat kuku, sabun dan sampo khusus bayi.
Bila merasa perlu, bayi bisa dimandikan dua kali sehari selama tidak terlalu pagi maupun terlalu sore. Tapi bila dirasa tidak perlu (misalnya udara dinging, bayi tidak terlalu berkeringat), kita cukup membasuh beberapa bagian tubuh si kecil, misalnya area wajah, tangan dan kaki dengan kain lap.
Beda halnya bila bayi semakin besar atau sudah di atas 6 bulan hingga 1 tahun. Artinya, si kecil sudah semakin aktif. Sudah suka berguling, duduk, makan, merayap, merangkak, berdiri bahkan berjalan. Inilah saatnya memandikan bayi lebih sering dan rutin.
Intinya yang perlu diingat, kulit bayi baru lahir sangat sensitif. Terlalu sering mandi (terkena air apalagi produk permbersih) bisa menyebabkan kulitnya kering dan iritasi. Jadi jangan disamakan dengan orang dewasa ya, Moms.
Editor : Parna
Sumber : kumparan