Intolerannsi laktosa adalah kondisi ketika tubuh seseorang tidak dapat mencerna laktosa dengan baik. Laktosa sendiri merupakan jenis gula alami yang ada pada susu dan punya berbagai manfaat. Misalnya saja, sebagai sumber energi, membantu agar penyerapan mineral dan kalsium lebih efektif, serta membantu pertumbuhan bakteri baik dalam tubuh.
Intoleransi laktosa umumnya terjadi karena tubuh tidak cukup menghasilkan enzim laktase untuk memecah laktosa. Akibatnya, dapat timbul beberapa gejala yang akan dirasakan penderita setelah minum susu sapi. Mulai dari mual, muntah, perut kembung, hingga diare.
Kondisi intoleransi laktosa sendiri ternyata dialami oleh banyak orang dari berbagai usia. Ya Moms, intoleransi laktosa bukan hanya dialami oleh bayi, lho. Banyak ditemui kasus intoleransi laktosa yang justru baru muncul ketika si kecil memasuki usia balita. Tak sedikit juga yang bahkan baru muncul setelah remaja atau dewasa!
Mengapa bisa begitu?

Alasan Balita Hingga Orang Dewasa Rentan Alami Intoleransi Laktosa

Belum Muncul saat Bayi, Intoleransi Laktosa Rentan Dialami Balita Hingga Dewasa (1)
Ilustrasi menyimpan susu dalam kulkas Foto: dok.Shutterstock
Perlu diketahui bahwa intoleransi laktosa pada bayi, meski mungkin tapi justru sangat jarang terjadi. Intoleransi laktosa, lebih umum dialami anak usia di atas 2 tahun hingga dewasa.
“Itu kejadian (pada bayi) sangat jarang di Indonesia. Biasanya (terjadi pada) orang dewasa. Jadi saat dia kecil tidak masalah, tumbuh kembangnya baik-baik saja, tapi setelah selesai mendapat ASI lalu dia tidak minum susu dalam waktu lama, maka saat dia minum itu, enzim laktasenya sudah rendah,” kata Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc, saat ditemui kumparanMOM dalam acara Journalist Masterclass beberapa waktu lalu.
Dilansir Healthline, seiring bertambahnya usia, enzim laktase yang dihasilkan tubuh juga semakin berkurang. Pada usia dewasa, hingga 70 persen manusia bahkan tidak lagi menghasilkan cukup laktase untuk mencerna laktosa di dalam susu dengan baik.
Itulah kenapa, bisa saja sebelumnya si kecil tidak merasakan gejala intoleransi laktosa setelah minum susu, namun kini mengalaminya. Begitu juga dengan anak yang sudah remaja, Anda sendiri atau suami.

Cara Atasi Intoleransi Laktosa

Belum Muncul saat Bayi, Intoleransi Laktosa Rentan Dialami Balita Hingga Dewasa (2)
Ilustrasi intoleransi laktosa setelah minum susu. Foto: Shutterstock
Intoleransi laktosa tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikendalikan gejala dan faktor pemicunya. Ini yang perlu kita semua pahami. Lantas bagaimana cara mengendalikan atau mengatasinya?
Atasilah dengan mengubah pola makan dan membatasi jumlah laktosa yang dikonsumsi. Selain itu, coba ikuti beberapa cara di bawah ini untuk mencegah munculnya gejala intoleransi laktosa:
1. Hindari Laktosa
Tidak mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa, seperti butter, keju, yoghurt dan berbagai produk yang mengandung susu adalah cara yang paling mudah. Namun sayangnya ini berarti Anda juga kehilangan kesempatan untuk bisa mendapatkah berbagai kebaikan gizi dari produk-produk tersebut.
2. Mengonsumsi suplemen enzim laktase
Bila berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi intoleransi laktosa, umumnya dokter akan meresepkan suplemen enzim laktase. Suplemen ini harus diminum sebelum mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung susu. Sama seperti orang yang alergi seafood, harus minum obat sebelum menikmati hidangan laut tersebut.
3. Pilih Produk Bebas Laktosa
Ingin tetap menikmati kebaikan gizi maupun enaknya rasa susu sapi beserta produk turunannya? Bisa, saja! Asal pilih yang bebas laktosa. Produk yang bebas laktosa, umumnya sudah diberi tambahan enzim laktase, sehingga aman bagi mereka yang memiliki intoleransi. Pastikan saja, Anda teliti saat membeli.
Editor : Parna
Sumber : kumparan