Jakarta – Foto jaman dulu alias jadul Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tengah viral. Foto yang diambil dalam sebuah acara seminar lebih dari 20 tahun lalu ini rupanya menyimpan sejumlah cerita.

Foto itu diklaim pertama kali diunggah oleh Mayor Haristanto. Ia merupakan panitia acara dalam foto yang banyak disebut-sebut pertemuan pertama antara Jokowi dan Sri Mulyani. Ia pun mengaku terharu bisa mempertemukan dua tokoh penting tersebut.

“Ternyata sudah 22 tahun lalu kita bertemu tanpa dinyana ternyata 2014-2019 yang satu jadi presiden yang satu jadi menterinya, kolaborasi mereka berdua,” katanya, Selasa lalu (21/7).

“Saya merasa terharu ternyata sudah mempertemukan mereka, kan luar biasa,” tambahnya.

Ia bercerita, tanpa sengaja menemukan foto jadul tersebut. Saat pandemi, ia melakukan bersih-bersih rumah dan akhirnya menemukan foto itu.

“Karena pandemi job-nya kurang akhirnya proyeknya bersih-bersih gudang, resik-resik omah (bersih-bersih rumah) ternyata pegawai saya menemukan itu, wah ini fotonya mahal ini, hebat ini, justru dengan foto ini membuka masa lalu saya, ini kan sudah 22 tahun yang lalu ini, kalau ini diunggahkan betapa kerennya ini. Nggak usah panjang lebar unggah aja, naik,” paparnya.

Foto jadul Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Sri Mulyani Indrawati viral. Dalam foto itu, Jokowi dan Sri Mulyani dipertemukan dalam sebuah acara seminar.Foto jadul Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Sri Mulyani Indrawati viral. Dalam foto itu, Jokowi dan Sri Mulyani dipertemukan dalam sebuah acara seminar. Foto: Istimewa/Mayor Haristanto

Dia mengatakan, acara itu digelar pada Agustus 1998. Acara digelar untuk memecah masalah di Solo pada khususnya yang porak poranda karena krisis dan kerusuhan 1998.

Sri Mulyani dihadirkan dalam acara itu karena dianggap memiliki kapasitas dan sudah dikenal. Sementara, Jokowi merupakan penyandang dana acara ini.

“Ceritanya Mei kerusuhan, acaranya Agustus pertanyaan saya gini apa sih yang kita bisa perbuat? Apa kita masih terpuruk terus karena hari-hari itu Bu Mulyani moncer, nasihatnya, pernyataannya, komentarnya hebat-hebat. Akhirnya disepakati kita, yuk kita bikin seminar ekonomi siapa tahu bisa memecahkan kebuntuan kita setelah masa kerusuhan Mei,” jelasnya.

Seingatnya, Jokowi belum mengenal Sri Mulyani. Sebab, menurut pandangannya tidak ada ‘media’ yang membuat Jokowi dan Sri Mulyani saling mengenal.

“Kalau setahu saya belum kenal, Pak Jokowi ini kan masih belum tokoh, tokoh setelah 2010 wali kota, ini kan sebelumnya 1998 masih jauh, belum, saya sangat yakin belum pernah ketemulah. Tidak ada media untuk bertemu dia, apa ketemunya wong dia pengusaha kayu, Bu Sri Mulyani Jakarta, Pak Jokowi Solo kok rasanya menurut saya tidak ya, menurut saya loh ya,” jelasnya.

Foto jadul Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Sri Mulyani Indrawati
Foto: Dok: Mayor Haristanto

Mayor Haristanto menjelaskan, Sri Mulyani dihadirkan sebagai pembicara dalam acara. Sebab, Sri Mulyani dianggap memiliki kemampuan dan sudah dikenal saat itu.

“Ceritanya Mei kerusuhan, acaranya Agustus pertanyaan saya gini apa sih yang kita bisa perbuat? Apa kita masih terpuruk terus, karena hari-hari itu Bu Mulyani moncer, nasihatnya, pernyataannya, komentarnya hebat-hebat. Akhirnya disepakati kita yuk kita bikin seminar ekonomi siapa tahu bisa memecahkan kebuntuan kita setelah masa kerusuhan Mei,” paparnya.

Dia mengatakan, kakaknya Bambang Haryanto yang mengusulkan agar Sri Mulyani menjadi pembicara. Dia menuturkan, Sri Mulyani memang sudah terkenal saat itu.

“Mas Bambang, Mas Bambang kan alumni UI juga, sastra pustakanya, tapi bukan soal itunya, tapi memang Bu Sri Mulyani memang saat itu moncer, memang hebat, terkenal, memang ditunggu-tunggu nasihatnya,” ujarnya.

Sementara, Jokowi yang kala itu pengusaha kayu menjadi penyandang dana acara. Ia yang mengaku kenal Jokowi meminta bantuan untuk menggelar acara tersebut. Meski, ia mengaku lupa berapa anggaran yang digelontorkan Jokowi dalam acara tahun 1998 tersebut.

“Saya sebenernya kenal Pak Jokowi sudah lama, sesama ya industri kecil, sama, sudah terkenal. Ide ini ditawarkan ke beliau, ‘Pak ini ada ini gimana?’. Setuju dia. ‘Yuk dihitung berapa anggarannya’. Dia mau ngasih dananya, dananya berapa aku lupa, nggak tahu berapa,” ujarnya.

Menurutnya, banyak orang kaya belum tentu setuju dengan rencana tersebut. Dia sendiri juga tak tahu kenapa Jokowi menerima dan kebetulan hanya Jokowi yang ia tawarkan acara tersebut.

“Ya saya beruntung karena banyak orang kaya yang belum tentu sepaham dengan ide ini. Saya nggak ngerti ko ya cocok, setuju, hanya satu orang yang saya temui ya Pak Jokowi itu, tidak ada ide, kenapa ko ya nuntun ke Pak Jokowi,” paparnya.

 

Editor : Aron

Sumber : detik