Jakarta – Masalah yang menimpa Febi Nur Amalia menjadi perhatian. Ia diseret ke pengadilan karena tuduhan pencemaran nama baik saat menagih utang di media sosial.

“Kami jaksa penuntut umum dalam perkara ini memperhatikan undang-undang yang bersangkutan menuntut supaya majelis hakim pengadilan negeri Medan yang memeriksa perkara ini memutuskan menjatuhkan pidana selama 2 tahun,” tutur jaksa di PN Medan, Selasa (14/7).

Menagih utang bisa jadi tantangan tersendiri, apalagi bila yang akan ditagih ternyata malah lebih galak.

Psikolog klinis dari Pro Help Center, Nuzulia Rahma Tristinarum, menyarankan saat menagih utang usahakan sentuh sisi baik orang yang dituju. Tunjukkan sikap tegas, namun tetap lembut.

“Sampaikan baik-baik pada pengutang bahwa kita pun sedang membutuhkan uang tersebut. Sentuh sisi kebaikannya,” kata Rahma Kamis (16/7).

Bila kemudian pengutang mengaku belum bisa membayar, Rahma menyarankan agar bertanya alasannya dan minta kepastian kapan akan dibayar. Bila perlu bujuk pengutang untuk membuat perjanjian baru di atas materai mengenai rencana pembayaran.

Usaha menyindir dengan bercerita di media sosial bisa dilakukan dengan beberapa catatan. Perlu diingat agar jangan sampai memojokkan pengutang dengan menyebut nama, inisial, atau hal lain yang bisa menunjukkan identitasnya.

“Ceritakan secara umum saja dan jadikan cerita tersebut sebagai pembelajaran untuk diri sendiri dan orang lain yang membaca. Jika yang bersangkutan adalah orang yang baik, pasti akan merasa bersalah membacanya dan tergerak membayar,” kata Rahma.

Bila cara-cara tersebut masih belum bisa membuat utang dibayar maka tidak ada salahnya berkonsultasi dengan ahli untuk memikirkan langkah hukum.

 

Editor : Arom

Sumber : detik