Nama Andhika Putra Sudarman menjadi perbincangan masyarakat Indonesia lantaran pidatonya di upacara wisuda Harvard Law School. Video itu ia unggah melalui akun pribadinya pada Jumat (12/6). Pria asal Tanjungpinang, Kepri, itu merupakan mahasiswa Indonesia pertama yang terpilih untuk menyampaikan pidato sejak fakultas itu berdiri.

Kisah ini disampaikan oleh salah satu rekan Andhika di FHUI, Irawati Puteri. Disampaikan Irawati, Andhika lulus dengan penghargaan Harvard Law School’s Dean’s Awards. Ia merupakan satu-satunya mahasiswa Indonesia yang lulus di fakultas itu pada 2020.

Selama kuliah, Andhika masuk dalam Harvard Law School’s Class Marshall. Untuk masuk dalam kategori itu, ia harus bersaing dengan 800 teman angkatannya. Sebab, hanya dipilih 6 mahasiswa.

“Jujur, awalnya hanya bercanda untuk hendak ikut pemilihan karena mengetahui tingkat kesulitannya. Kan ini pemilihannya berdasarkan seleksi, jadi saya yang merupakan satu-satunya orang Indonesia sudah pasti memiliki peluang yang rendah,” ujar Andhika dalam keterangan Irawati, Sabtu (13/6).

Akan tetapi, ia termotivasi oleh mahasiswa Indonesia, Indah Shafira yang juga kuliah S2 di Harvard. Class Marshal memiliki keistimewaan untuk berjalan di barisan paling depan ketika lulus dan membawa bendera Harvard Law School, jika berhasil.

PTR- Andhika Sudarman berpidato di Wisuda Harvard Law School

“Saya pun menjadi semakin semangat mengikuti pemilihannya,” tambahnya.

Semasa kuliah di Harvard, Andhika pernah menjadi pembicara American Democratic Debate, acara Harvard Law School yang mensimulasikan debat calon presiden di Amerika Serikat.

Ia juga memenangkan kompetisi coding dan modeling dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) bersama dengan temannya, Fransisca Susan (S3 MIT) dan Nadia Amalia (S2 MIT). Ia juga sempat mewakili kampusnya dalam lomba Taekwondo di Brown University dan Princeton University.

Andhika mengatakan, pengajar di Harvard Law School memang sangat keren di matanya. Mulai dari mantan agen CIA hingga calon presiden.

Andhika Sudarman berpidato di Wisuda Harvard Law School

“Proses belajarnya menekankan pada diskusi, dan baik dosen maupun mahasiswa harus siap “diserang” habis-habisan di dalam kelas. Orang sini tidak ada segan-segannya dalam berdiskusi,” ungkapnya.

Sebelum masuk Harvard, Andhika kuliah di FH Universitas Indonesia angkatan 2011. Ia menjadi Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional pada 2014.

“10 tahun yang lalu, saya mimpi pun tidak berani untuk berkuliah di sini. Istilahnya mimpi aja nggak nyampe. Tetapi lihat saya sekarang, tidak hanya lulus tetapi mendapatkan berkat yang luar biasa,” kenangnya.

Atas kelulusannya itu, ia juga berterima kasih kepada para senior yang telah membagikan pengalaman kepadanya. Ia juga memotivasi mahasiwa Indonesia lainnya untuk meraih mimpi setinggi mungkin, termasuk Harvard.

“Saya juga di sini berkat LPDP, pajak masyarakat Indonesia. Kalau saya tidak benar-benar memanfaatkannya, saya merasa bersalah pada rakyat-rakyat yang mau makan saja susah,” tutup Andhika.

Editor: PARNA
Sumber: kumparan