Seorang warga Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau berinisial S yang dirujuk ke Kota Batam dinyatakan positif COVID-19, Sabtu (30/5).

Berdasarkan keterangan resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kota Batam, pria berusia 53 tahun tersebut beralamat di Jl Bukit Abun, Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep.

“Merupakan kasus baru COVID-19 di Batam nomor 122,” ujar Ketua Gugus Tugas Batam, Muhammad Rudi dalam rilis yang diterima kepripedia, Sabtu (30/5) malam.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi menerangkan, yang bersangkutan diketahui berobat di RSUD Dabo Singkep sejak 13 Mei.

Namun pada 19 Mei, yang bersangkutan dikabarkan masuk IGD RSUD Dabo dan menjalani perawatan.

“Namun dikarenakan kondisi pasien memburuk, kemudian pada 27 Mei dari RSUD Dabo dirujuk ke Batam dengan menggunakan speedboat carteran. Berangkat sekira pukul 08.00 WIB,” ungkap Didi Kusmarjadi saat dikonfirmasi kepripedia.

“Setiba di Kota Batam melalui pelabuhan Cakang pukul 11.00 WIB, langsung dirujuk ke RSBP,” tambahnya.

Selanjutnya, kata Didi, di RSBP Batam dilakukan rontgen dan hasilnya diketahui terdapat pneumonia atau radang paru-paru. Dengan itu, pasien ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19.

Terhadap kondisi pasien, diperlukan tindakan hemodialisis atau cuci darah. Namun, sebagai PDP COVID-19 maka di hari yang sama di rujuk ke RS Budi Kemuliaan Batam. Mengingat tindakan cuci darah untuk COVID-19 tersebut hanya terdapat di RS Budi Kemuliaan.

“Yang bersangkutan sudah dijadwalkan ambil swab pada 28 Mei. Tapi pasien tidak tertolong dan terlebih dahulu meninggal dunia, Kamis (28/5) sekira pukul 08.08 WIB,” lanjut Kadinkes Batam itu.

“Maka sebelum pemulasaran, terhadap yang bersangkutan diambil swab-nya. Dan hasilnya hari ini keluar dinyatakan positif COVID-19,” paparnya.

Didi juga menyebutkan, terdapat dua anggota keluarga yang turut ikut bersama yang bersangkutan saat dirujuk ke Batam.

“Saat ini pihak keluarga infonya masih di Batam, kami akan sisir terlebih dahulu. Jika belum pulang kami akan tes swab,” kata dia.

Dari riwayat penyakit pasien asal Lingga tersebut, diduga penularan COVID-19 terhadap pasien terjadi sebelum dirujuk ke RSBP Batam. Mengingat waktu rujuk yang singkat dan setiba di RSBP Batam langsung ditetapkan sebagai PDP.

Sementara itu, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Lingga hingga saat ini belum melaporkan adanya PDP dan kasus COVID-19.

“Gugus Tugas masih rapat, Nanti kami informasikan terkait ini,” jawab Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Lingga, Wirawan saat dikonfirmasi.

Editor: PARNA
Sumber: kumparan