JAKARTA – Mantan Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Michelle Obama buka suara terkait dugaan aksi rasialisme di negara itu yang pecah setelah kematian George Floyd di Minneapolis, Minnesota.

Kematian Floyd itu telah memecahkan fenomena gunung es soal aksi rasialisme yang juga telah memakan korban jiwa dalam waktu berdekatan.

Dalam kicauan di media sosialnya Jumat lalu, istri dari Presiden ke-44 AS Barack Obama itu menulis, “Seperti banyak dari Anda, saya sedih dengan tragedi baru-baru ini.”

“Dan, saya lelah oleh patah hati yang sepertinya tidak pernah berhenti,” lanjutnya.

Dalam tulisan di media sosial tersebut, Michelle menyebut Floyd, Breonna Talyor, dan Ahmaud Arbery. Juga, Eric Garner, Sandra Bland, dan MIchael Brown.

“Itu hanya terus berlangsung, dan terus, dan terus. Ras dan rasialisme adalah kenyataan bahwa begitu banyak dari kita tumbuh belajar untuk hanya berurusan dengannya. Tapi, jika kita pernah berharap untuk melewatinya, itu tidak bisa hanya pada orang-orang dengan warna untuk menghadapinya, “tulisnya.

“Ini terserah kita semua – hitam, putih, semua orang – tidak peduli sebaik apa pun maksud kita, untuk melakukan kejujuran, dan ketidaknyamanan untuk menghilangkannya,” sambung Michelle dalam postingan yang ia buat pada Jumat lalu.

Seperti dilansir CNN, apa yang dilontarkan Michelle itu sejalan dengan yang disampaikan suaminya lewat media sosial.

“Jika kita ingin anak-anak kita tumbuh dalam sebuah bangsa yang menghidupkan idealisme tertinggi, kita bisa dan harus lebih baik,” tulis Obama.

George Floyd tewas karena lehernya dikunci menggunakan lutut oleh polisi yang menangkapnya dengan tuduhan membelanjakan uang palsu di Minneapolis pada awal pekan lalu. Buntut kematian Floyd tersebut, muncul protes antirasialisme di seluruh wilayah AS, bahkan menular ke wilayah lain di dunia termasuk di Eropa.

Buntut kematian Floyd tersebut, muncul protes antirasialisme di seluruh wilayah AS, bahkan menular ke wilayah lain di dunia termasuk di Eropa.

Editor: PARNA
Sumber: CNN Indonesia