JAKARTA – Kepolisian Georgia, Amerika Serikat menangkap pria yang merekam video penembakan pemuda kulit hitam Ahmaud Arbery, seperti dilaporkan pada Kamis (21/5) waktu setempat. Pria itu bernama William Bryan Jr (50 tahun).

Dilansir AFP, Investigasi Georgia menyatakan Bryan didakwa melakukan pembunuhan dan pelanggaran hukum dalam kaitan dengan kematian Arbery pada Februari lalu.

Arbery (25) dua kali ditembak hingga tewas saat sedang jogging di Brunswick pada 23 Februari lalu. Pelaku yang diketahui mantan polisi Gregory Michael (64) dan anaknya Travis (34) ditangkap dua pekan lalu atau lebih dari dua bulan setelah kasus penembakan tersebut.

Gregory dan Travis ditangkap hanya dua hari setelah Bryan mengunggah video penembakan terhadap Arbery.

Kematian Arbery menimbulkan reaksi keras di seluruh AS hingga Presiden AS Donald Trump. Bahkan, para aktivis mengatakan kematian Arbery menjadi bukti aksi rasial masih mengakar kuat di beberapa negara bagian Negeri Paman Sam.

Sebelumnya menurut laporan polisi, Gregory mengira Arbery adalah tersangka dalam serangkaian perampokan. Dia melihat pemuda itu ketika berdiri di halaman depan rumahnya.

Gregory langsung masuk ke dalam rumah untuk mengambil pistol Magnum 357. Sementara putranya membawa senapan, dan mereka langsung memburu Arbery.

Sang ayah mengaku melihat putranya menembak Arbery dua kali dan Arbery jatuh ke tanah.

Sementara itu, pihak keluarga mengatakan Arbery menjadi korban kejahatan rasial. Hal ini dikarenakan Arbery sebenarnya hanya pergi keluar untuk jogging.

Kejaksaan Agung negara bagian Georgia telah meminta Departemen Kehakiman AS untuk menyelidiki tuntas penembakan fatal tersebut.

Editor: PARNA
Sumber: CNN Indonesia