JAKARTA –  Mantan komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Edi Hasibuan menilai pembinaan karier di Polri makin baik. Sebab, polisi yang bukan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) pun kini bisa menempati jabatan strategis.

“Pembinaan karier di tubuh Polri makin baik. Kami melihat Kapolri tidak ragu memberikan reward kepada anggota dan pati yang berprestasi untuk menduduki promosi bagus,” kata Edi melalui layanan pesan, Kamis (7/5).

Seperti diketahui, belum lama ini Kapolri Jenderal Idham Azis melakukan mutasi besar-besaran di internal Polri. Dari ratusan perwira Polri yang dimutasi, ada nama Brigjen Ahmad Luthfi.

Kapolri menunjuk Luthfi yang notabene bukan lulusan Akpol menjadi Kapolda Jawa Tengah (Jateng) menggantikan Irjen Rycko Amelza Dahniel. Sebelumnya Luthfi merupakan Wakapolda Jateng.

Edi mengatakan, Brigjen Ahmad Luthfi selama menjabat Wakapolda Jateng juga berkinerja baik. Selain itu, Luthfi juga dianggap berhasil ketika dipercaya menjadi Kapolresta Solo.

Lebih lanjut Edi mengatakan, latar belakang Ahmad Luthfi yang bukan lulusan Akpol bukan halangan untuk meniti karier di Polri. Sebab, selama ini sudah banyak para perwira tinggi Polri yang bukan lulusan Akpol namun dipercaya menduduki jabatan strategis.

Direktur eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) itu lantas membeber sejumlah nama anggota Polri yang bukan lulusan Akpol, namun menempati posisi strategis. Di antaranya adalah Edward Syah Pernong yang pernah memimpin Polda Lampung), dr Didi Agus Mintadi yang pernah menjadi kepala RS Polri, M Safeii (eks kepala Densus 88 Antiteror Polri), serta Irjen Rudy Heriyanto yang saat ini menjadi kepala Divisi Hukum Polri.

“Kami berharap pati lain yang saat ini sedang menduduki jabatan strategis di Mabes Polri akan mendapatkan promosi kapolda,” ucapnya.

Editor: PARNA
Sumber: FAJAR.co.id