JAKARTA – Angkatan Laut Amerika Serikat mengerahkan empat kapal perang ke Laut Barents dekat utara Rusia pada pekan ini untuk melakukan operasi keamanan Kutub Utara.

Pelayaran kapal perang ke dekat daratan Rusia ini merupakan kali pertama sejak tiga dekade terakhir. AS tak sendiri, operasi itu juga turut menyertakan kapal Angkatan Laut Inggris.

“Keempat kapal bersama dengan kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris melakukan operasi di kawasan Arktik yang terus menjadi kawasan strategis demi menegaskan kebebasan bernavigasi dan menunjukkan integrasi tanpa batas di antara para sekutu (AS),” bunyi pernyataan Angkatan Laut AS seperti dilansir dari AFP pada Selasa (5/5).

Keempat kapal AS itu terdiri dari tiga kapal perusak rudal dan sebuah kapal pendukung. Sementara itu, Angkatan Laut Inggris mengerahkan satu kapal fregat dalam operasi tersebut.

Angkatan Laut AS menuturkan operasi militer di Laut Barents ini merupakan yang pertama sejak pertengahan 1980-an. Negeri Paman Sam menganggap operasi keamanan semacam itu diperlukan demi mempertahankan agar wilayah itu tetap familiar.

AS menuturkan Rusia telah diberitahu terkait rencana operasi pengamanan tersebut.

“Dalam masa-masa yang penuh tantangan ini sangat penting bagi kami untuk mempertahankan operasi pengamanan secara rutin di seluruh wilayah Eropa dengan tetap mengambil langkah-langkah bijaksana untuk melindungi kesehatan para kru dan pasukan kami,” ujar Wakil Laksamana Lisa Franchetti dari Angkatan Laut AS.

Pengerahan kapal perang ini berlangsung ketika AS menganggap China dan Rusia semakin menguji tekad pertahanannya akibat manuver udara laut dan udara mereka yang dinilai memprovokasi dalam beberapa waktu terakhir selama pandemi virus corona (Covid-19).

Operasi Barents ini juga dilakukan tak lama setelah AS melakukan operasi serupa di Laut China Selatan. Latihan itu dilakukan AS berdekatan dengan pulau-pulau yang selama ini diklaim oleh China.

“China sedikit lebih provokatif di wilayah tersebut,” ucap Menteri Pertahanan AS Mark Esper pada awal pekan ini.

Menurutnya, tindakan China “sangat agresif dan tidak konsisten dengan aturan internasional yang seharusnya diikuti.”

Esper juga menuturkan Rusia baru-baru ini melakukan berbagai upaya untuk menyelidiki wilayah udara AS di Arktik dan sekitar Alaska.

Sementara di wilayah Asia, dia mengatakan AS telah meningkatkan kegiatan militer di udara dan laut demi menegaskan kehadiran Negeri Paman Sam di kawasan.

“Kami ingin memastikan bahwa kami menjaga hukum dan aturan internasional yang telah mendukung kami dengan sangat baik selama beberapa dekade terakhir,” ujarnya.

Editor: PARNA
Sumber: CNN Indonesia