JAKARTA – Di antara kabar tidak mengenakkan dan mengkhawatirkan di tengah pandemi COVID-19, ada lebih banyak cerita kebaikan yang membangkitkan optimisme untuk bergerak bersama.
Tua atau muda, dari orang biasa sampai public figure, di berbagai negara, semua terkena dampaknya. Di ranah teknologi, para miliuner teknologi ini memanfaatkan kekayaan dan pengaruhnya untuk ikut melawan COVID-19. Siapa saja mereka?

1. Bill Gates

Bill Gates yang memang dikenal dermawan benar-benar memanfaatkan pengaruhnya dalam situasi seperti ini. Pendiri Microsoft ini sebelumnya sudah sering berbincang di Ted Talks dan di sejumlah wawancara tentang kekhawatirannya mengenai pandemi, dan hal itu kini kejadian.

Sebagai orang terkaya kedua di dunia, Bill Gates melalui yayasan Bill and Melinda Gates Foundation mengerahkan kekayaan mereka mulai dari kucuran dana hingga USD 100 juta untuk mendeteksi virus, sampai membantu mengisolasi orang-orang yang perlu diisolasi agar mendapatkan perawatan atau mungkin vaksin.

Deretan Miliuner Teknologi Perangi COVID-19, dari Bill Gates sampai Bos Zoom
2. Jack Ma

Pendiri raksasa e-commerce Alibaba Group, Jack Ma, mendonasikan berbagai perlengkapan medis ke empat negara di Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Sumbangan itu diberikan untuk menghadapi COVID-19.

Bantuan peralatan medis itu terdiri dari 2 juta masker, 150 ribu test kit, 20 ribu baju pelindung, dan 20 ribu pelindung wajah yang disalurkan melalui Jack Ma Foundation dan Alibaba Foundation. Donasi ini akan diikuti dengan bantuan untuk negara-negara Asia lainnya.

Jack Ma Foundation dan Alibaba Foundation juga merilis buku ‘Pegangan Pencegahan dan Penatalaksanaan COVID-19’ untuk tenaga medis. Buku ini bisa diakses secara gratis dalam versi digital dan sudah tersedia dalam bahasa Indonesia.

Elon Musk
3. Elon Musk

CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk menyumbangkan ribuan ventilator. Elon membeli 1.255 unit ventilator dari China untuk membantu perawatan para pasien positif corona di AS. Cukup banyak rumah sakit di AS yang kekurangan ventilator di tengah wabah corona. Sebagian pasien corona kesulitan bernapas dan memerlukan perangkat tersebut.

Sebelumnya, ia mengatakan Tesla dan SpaceX siap memproduksi ventilator sendiri jika ada kekurangan pasokan di tengah wabah virus corona.

Deretan Miliuner Teknologi Perangi COVID-19, dari Bill Gates sampai Bos Zoom

4. Jeff Bezos

CEO Amazon Jeff Bezos melalui postingannya di Instagram memperlihatkan dirinya sedang melakukan panggilan video dengan Direktur Jenderal organisasi kesehatan dunia WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Bezos mendaftarkan cara mobilisasi Amazon untuk membantu WHO menghadapi pandemi. Dia juga mengerahkan layanan Amazon Web Services untuk membantu meningkatkan kapasitas dan keamanan situs WHO dan menyediaka dukungan logistik untuk mendistribusikan alat tes COVID-19.

Deretan Miliuner Teknologi Perangi COVID-19, dari Bill Gates sampai Bos Zoom
5. Eric Yuan

Sejak COVID-19 merebak, terjadi lonjakan akses Zoom secara signifikan. Sang pendiri Zoom Eric Yuan menjalankan perannya dalam perang melawan COVID-19 dengan menggratiskan dan mendukung penggunaan Zoom tanpa batas untuk tempat-tempat yang paling terdampak seperti di China dan Italia.

Organisasi nirlaba, badan amal dan sekolah-sekolah di AS juga mendapatkan akses penggunaan tanpa batas secara gratis. Saat ditanya bagaimana COVID-19 memengaruhi bisnisnya, Eric mengatakan bahwa mengambil keuntungan dari situasi mengkhawatirkan seperti sekarang adalah etos kerja yang buruk. Dia dan timnya saat ini tidak berfokus pada meraup keuntungan melainkan meningkatkan kualitas layanan platformnya.

Deretan Miliuner Teknologi Perangi COVID-19, dari Bill Gates sampai Bos Zoom
6. Brian Chesky

Airbnb termasuk salah satu startup yang terimbas parah pandemi. Startup yang bergerak di bisnis penginapan online harus melakukan langkah efisiensi dengan meniadakan perekrutan karyawan baru dan aktivitas marketing disetop.

Meski demikian, pendiri Airbnb Brian Chesky tak mau ketinggalan ikut berkontribusi dalam menghadapi wabah COVID-19. Miliuner muda ini mengumumkan tidak akan membebankan biaya pembatalan penginapan selama pandemi.

Di website resminya, di halaman kebijakan Airbnb menuliskan bahwa semua pemesanan penginapan yang dilakukan sebelum 14 Maret dan perjalanan yang berlangsung antara 14 Maret dan 14 April dapat dipesan ulang atau dibatalkan tanpa dikenai biaya. Brian berpikir pada dasarnya orang-orang sudah kehilangan rencana liburan, maka setidaknya dia bisa membantu agar mereka juga tidak kehilangan uang.

Editor: PARNA
Sumber: detikinet