JAKARTA – China me-lockdown Kota Jia di Provinsi Henan setelah seorang pendatang dinyatakan positif virus corona. Penguncian wilayah dilakukan karena khawatir adanya wabah gelombang kedua di kota berpenduduk 600 ribu jiwa itu.

Seperti dikutip dari AFP, pendatang wanita itu terinfeksi setelah mengunjungi seorang dokter di Kota Jia.

Pemerintah setempat pada Rabu (1/4) mengatakan dalam sebuah posting di media sosial bahwa pihaknya memperketat pembatasan di kompleks dan permukiman. Mereka melarang warga keluar dan masuk tanpa tanpa alasan kuat.

Selain itu para pekerja juga harus memiliki izin yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk bisa berangkat ke kantor. Penggunaan kendaraan sehari-hari diatur sesuai dengan pelat nomor.

Di China sendiri saat ini penyebaran virus corona berjalan lambat, termasuk di Hubei yang menjadi pusat penyebaran corona. Pada Kamis kemarin, China melaporkan 35 kasus baru, jumlahnya turun drastis dibanding dua bulan lalu yang bisa bisa mencapai ribuan dalam sehari.

Namun, China memang masih dihantui ancaman penyebaran virus dari luar. Sebab kasus infeksi virus corona di luar China justru semakin bertambah.

Hampir semua kasus baru yang terdeteksi berasal dari pendatang. Hingga saat ini jumlah imported case telah mencapai 841.

China khawatir virus itu kembali menyebar dari warga asing atau warga mereka yang baru datang dari luar negeri. Terlebih mereka terinfeksi tanpa mengalami gejala.
China Kembali Lockdown Kota Jia Usai Pendatang Positif Corona

Beberapa hari lalu, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) melaporkan ada 1.075 penduduk yang positif virus corona tetapi sama sekali tidak memperlihatkan gejala. Dari jumlah itu, 226 di antaranya merupakan kasus impor.

Untuk menekan penyebaran kasus impor, China telah menetapkan kebijakan karantina dua pekan bagi seluruh pendatang dari luar negeri.

Data yang dirilis situs pelaporan online Worldometers menunjukkan hingga Jumat (3/4) pagi di China tercatat ada 81.589 kasus corona, 3.318 meninggal, dan 76,408 pasien dinyatakan sembuh.

Editor: PARNA
Sumber: CNN Indonesia