Amerika Serikat terkenal sebagai negara adidaya yang memiliki banyak sekali alutsista yang siap mempertahankan kedaulatan dan keamanan negara. Salah satu contoh jenis alutsista terkuat yang dimiliki oleh Amerika Serikat adalah kapal selam.

Negara Paman Sam ini nampaknya masih belum puas dengan kecanggihan kapal selam yang mereka miliki. Hal tersebut diketahui saat Angkatan Laut Amerika Serikat nampaknya sedang dalam proses pembuatan senjata laser untuk memperkuat kapal selam mereka. Tapi, bukankah senjata laser tidak benar-benar bekerja dengan baik di bawah air?

Senjata laser memang bukanlah sebuah sistem persenjataan yang benar-benar baru. Sudah ada beberapa negara yang menerapkan sistem persenjataan seperti ini. Adapun cara kerja dari sistem senjata laser ini kurang lebih dengan menandai target agar senjata yang ingin ditembakkan dapat menuju sasaran dengan sangat akurat. Ya, setidaknya seperti itu cara kerjanya apabila berada di atas air. Lalu, bagaimana jika senjata laser diterapkan di bawah air?

1 (1).jpg

Senjata laser apabila digunakan di bawah air tentu tidak seefektif apabila digunakan di atas air. Sama seperti cahaya yang akan membias apabila telah memasuki air, apalagi pada kedalaman yang gelap. Cahaya ini akan tersebar dan diserap oleh air, sehingga untuk menandai target bukanlah hal yang mudah.

Lalu, mengapa Angkatan Laut berencana untuk menambahkan senjata laser di kapal selam mereka? Popular Mechanics memiliki jawabannya sendiri. Majalah otomotif ternama di New York ini menjelaskan, bahwa sistem senjata laser ini kemungkinan akan diletakkan di tiang yang bernama fotonics subs, sebuah sensor di atas kapal selam yang menjorok ke luar air, sedangkan badan kapal selam masih berada di bawah air. Penggunaan senjata laser seperti ini nampaknya jauh lebih masuk akal.

Namun, ada tantangan lain yang harus dipikirkan Angkatan Laut Amerika, yaitu jumlah daya yang mereka butuhkan. Maka dari itulah mengapa Angkatan Laut Amerika berencana untuk menerapkannya di kapal selam nuklir Virginia, dimana kapal selam ini dilengkapi teknologi senjata terbaru dan dirancang untuk pengumpulan intelijen serta serangan dan pertahanan.

Editor: PARNA
Sumber: kumparan