Indosat Ooredoo (PT Indosat Tbk) melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 677 karyawannya. Para karyawan mendapatkan surat PHK sejak kemarin, Jumat (14/2).

Ketua Humas dan Media Serikat Pekerja Indosat Ismu Hasyim mengatakan, ke-677 karyawan tersebut di-PHK secara sepihak. Sebab, tak ada pemberitahuan sebelumnya kepada karyawan.

“Pada Jumat 14 Februari 2020 diperkirakan 500 lebih karyawan PT Indosat mendapat penawaran PHK dari perusahaan. Hal ini diperkirakan terkait dengan rencana perusahaan untuk melakukan pengalihan pekerjaan (Managed Services) di fungsi Network Operation, dan perampingan organisasi,” kata Ismu saat dihubungi kumparan, Sabtu (15/2).

SP Indosat menyesalkan keputusan ini karena tidak dirundingkan dan disepakati secara tertulis. Sebab dalam Undang-undang dan PKB yang berlaku di Indosat mewajibkan adanya perundingan dan kesepakatan tertulis jika perusahaan ingin melakukan PHK.

Ismu mengatakan, pihak manajemen baru mengundang pengurus serikat pada hari ketika dilakukan kebijakan sepihak tersebut alias kemarin. Katanya, sampai saat ini belum ada komunikasi kembali dari perusahaan.

Presiden SP Indosat R Roro Dwi Handayani menyebut, tindakan yang dilakukan Indosat adalah program PHK ilegal. Sebab karyawan hanya diberi waktu kurang lebih 4 jam untuk menandatangani form kesediaan PHK jika ingin mendapatkan benefit yang maksimal.

Indosat Ooredoo

Benefit akan terus menurun setiap beberapa hari, hingga sampai seminggu benefit hanya senilai ketentuan pesangon pada UU Ketenagakerjaan No. 13/2003. Dia menyesalkan buruknya komunikasi dan perlakuan perusahaan kepada seluruh karyawan, khususnya kepada yang terkena dampak keputusan ini.

“PHK ini bersifat pemaksaan karena meski berupa penawaran, namun bagi yang menolak nantinya akan tetap diproses PHK melalui pengadilan,” ucap Roro.

Secara terpisah, manajemen Indosat Ooredoo menyatakan bahwa PHK terhadap 677 karyawan ini merupakan langkah perubahan organisasi yang dirancang untuk menjadikan bisnis lebih lincah, sehingga lebih fokus kepada pelanggan dan lebih dekat dengan kebutuhan pasar.

“Kami akan terus melanjutkan strategi 3 tahun untuk bertransformasi menjadi perusahaan yang lebih lincah dan terpercaya. Hari ini kami telah mengumumkan langkah baru untuk menyesuaikan organisasi kami dengan perubahan kebutuhan pasar,” ungkap Director & Chief of Human Resources, Irsyad Sahroni, dalam keterangan yang diterima kumparan.

CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Abdulaziz AA Al-Neama

Manajemen Indosat mengaku telah mengkaji secara menyeluruh semua opsi, hingga pada kesimpulan bahwa harus diambil tindakan yang sulit, namun sangat penting untuk dapat bertahan dan bertumbuh.

“Kami mengambil langkah yang fair sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mengkomunikasikan langsung secara transparan kepada setiap karyawan baik yang terkena dampak maupun yang tidak, serta memberikan paket kompensasi yang jauh lebih baik dari yang dipersyaratkan oleh undang-undang bagi karyawan yang terkena dampak,” kata President Director & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama.

Manajemen Indosat Ooredoo mengklaim per tanggal kemarin (14/2), dari 677 karyawan yang terdampak, lebih dari 80 persen telah setuju menerima paket kompensasi ini. “Kami juga menjalin kerja sama dengan mitra Managed Service untuk memberi kesempatan bagi mereka agar tetap dapat bekerja di mitra kami tersebut,” tutup Ahmad Al-Neama.

Editor: PARNA
Sumber: kumparan