JAKARTA – Obat pelangsing dengan merek Belviq ditarik dari pasaran. Obat pelangsing ini ditarik oleh perusahaan pembuatnya Eisai Inc dari Jepang dari pasaran pada Kamis (13/2) atas permintaan regulasi federal AS karena dianggap sedikit berisiko menimbulkan kanker.

Perusahaan Jepang tersebut mengatakan bahwa mereka secara sukarela menarik obat tersebut.

Dalam analisisnya, badan kesehatan obat dan makanan AS, FDA mengungkapkan bahwa 7,7 persen orang yang mengonsumsi Belviq didiagnosis dengan kanker. Jumlah ini sedikit lebih kecil dari 7,1 persen yang mengembangkan kanker dalam kelompok perbandingan yang diberi pil tiruan.

Ada beberapa kanker yang mungkin berkembang, misalnya kanker pankreas, kolorektal, dan paru-paru yang mungkin terjadi pada pasien pemakai Belviq dalam waktu lama.

Sekalipun sukarela namun dalam pernyataannya, mereka tidak setuju dengan intepretasi dari tentang keamanan obat. mereka pecaya kalau manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Selain Belviq, obat pelangsing Belviq XR juga ditarik dari pasar.

Dikutip dari AP, FDA mengatakan bahwa pasien harus berhenti minum Belviq segera, membuang sisa pil dan menghubungi dokter untuk mendapatkan alternatif obat pelangsing. Lembaga tersebut juga meminta dokter untuk memberi tahu pasien agar berhenti minum obat tersebut.

Obat pelangsing ini disetujui penggunaannya pada 2012 lalu. Belviq sendiri dianggap sebagai obat pertama yang terbukti bisa membantu orang menurunkan berat badan dan mempertahankannya selama beberapa tahun tanpa meningkatkan risiko masalah jantung. Hal tersebut didapatkan dari kesimpulan studi selama lima tahun terhadap 12 ribu pasien terkait dengan keamanan obat jantung.

Editor: PARNA
Sumber: CNN Indonesia